BLANGKEJEREN – Penanews.co.id – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di jalur lintas Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) – Gayo Lues hingga Aceh Tenggara, Jumat (2/12/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Aceh, Drs. Syakir, dan Anggota DPR Aceh, Yahdi Hasan. Selain memantau kerusakan fisik, rombongan juga melakukan koordinasi strategis terkait langkah pemulihan jangka panjang.
M. Nasir menegaskan, agenda utama kunjungan ini adalah membahas pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah Aceh saat ini tengah memprioritaskan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
“Dokumen R3P adalah instrumen strategis yang menjadi dasar bagi Pemerintah Aceh untuk mengajukan anggaran penanganan ke pemerintah pusat. Saya meminta agar seluruh dampak kerusakan, mulai dari rumah warga, infrastruktur, sektor ekonomi, hingga aset desa, terdata dengan akurat,” ujar Sekda Aceh, M. Nasir.
Sekda Aceh, M. Nasir menjelaskan, Pemerintah Aceh bertugas menyusun R3P berdasarkan data valid yang disampaikan oleh pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, seluruh data yang dimiliki nantinya akan diusulkan ke pemerintah pusat.
“Pemerintah Aceh menargetkan dokumen R3P ini rampung sepenuhnya agar dapat segera diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian terkait.Target kita dokumen ini sudah diserahkan paling lambat pada 20 Januari 2026,” tambah Sekda.
Di sela-sela peninjauan infrastruktur, Sekda Aceh juga menyerahkan bantuan logistik serta satu unit perangkat internet satelit Starlink untuk mendukung kelancaran komunikasi di daerah terdampak.
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, di halaman Pendopo Bupati Gayo Lues, Blangkejeren, Jumat (2/1/2026)malam. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat koordinasi petugas di lapangan dalam masa pemulihan hidrometeorologi ini.[]





