KUALA SIMPANG – Penanews.co.id – Suasana SMP Negeri 1 Kejuruan Muda, yang berada di Desa Kebun Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali dipenuhi senyum dan tawa sejak Senin (05/01/2026).
Sekolah yang sempat terendam lumpur akibat bencana hidrometeorologi itu mulai difungsikan kembali setelah dibersihkan oleh tim relawan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh bersama dinas terkait lainnya.
Langkah kaki para siswa dan siswi kembali terdengar menyusuri lorong kelas yang sebelumnya dipenuhi lumpur dan sisa material banjir. Kini, ruang-ruang belajar itu kembali hidup. Canda ringan dan suara belajar perlahan menggantikan keheningan yang sempat menyelimuti sekolah pascabencana.

Meski sebagian bangku dan meja belajar mengalami kerusakan, semangat para pelajar tidak surut. Dengan fasilitas seadanya, mereka tetap mengikuti proses belajar mengajar dengan antusias. Bagi mereka, bisa kembali ke sekolah adalah harapan besar untuk melanjutkan cita-cita yang sempat tertunda.
Baca juga; Mengenang Masuk Islam ke Mindanao Filipina, Masyarakat Bangsamoro Gelar Festival Shariff Kabunsuan
Kepala Dinas PUPR Aceh Ir. Mawardi, ST, dalam keteranganya, Rabu (07/01/2026), mengaku sangat terharu dan bangga dapat terlibat langsung dalam pemulihan fasilitas pendidikan tersebut. Keterlibatan para relawan menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah Aceh dalam memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan, meski dalam kondisi terbatas.
Mawardi menilai, pemulihan sekolah bukan sekadar membersihkan bangunan, tetapi juga memulihkan semangat dan harapan generasi muda Aceh pascabencana. Kehadiran siswa di kelas menjadi bukti bahwa gotong royong dan kepedulian mampu menghidupkan kembali ruang-ruang pendidikan yang sempat terpuruk.
“Terima kasih kepada seluruh tim relawan PUPR Aceh yang telah bersusah payah membantu saudara-saudara kita disana. Semangat kekompakan yang ditunjukkan dalam pelaksanaan pekerjaan kemarin kiranya amal jariyah kita kelak,” pungkasnya.
Kepala SMP Negeri 1 Kejuruan Muda, Bona Fadly, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu membersihkan fasilitas sekolah pascabencana hidrometeorologi. Ia menilai dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, sangat berarti sehingga sekolah yang sempat terdampak parah kini dapat kembali difungsikan.
Baca juga; Fenomena Berfoto di Replika Hajar Aswad: Dokumentasi Kehilangan Nilai Kejujuran
“Terima kasih atas bantuan PUPR Aceh dalam pembersihan SMP Negeri 1 Kejuruan Muda Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga sekolah dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar sementara,” ungkapnya.
Bona Fadly menjelaskan, pada tahap awal kegiatan belajar mengajar sementara diisi dengan kegiatan trauma healing. Langkah ini dilakukan untuk membantu para siswa dan siswi menghilangkan trauma akibat bencana hidrometeorologi yang mereka alami, sekaligus memulihkan kondisi psikologis sebelum pembelajaran berjalan normal.
Ia juga menyebutkan, pada hari pertama pembelajaran kembali dibuka, tingkat kehadiran siswa baru mencapai sekitar 50 persen. Sebagian siswa masih berada di luar daerah karena rumah orang tua mereka terdampak bencana dan sementara mengungsi atau ikut keluarga ke luar kota.(Rahmad)







