KOTA SABANG – Penanews.co.id – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik serta arus balik Idul Fitri 1447 H/2026 M, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Kota Sabang menjalin kolaborasi strategis bersama RAPI Kota Banda Aceh melalui penguatan dukungan komunikasi dan koordinasi di lapangan.
Sinergitas ini diwujudkan melalui penempatan dan dukungan personel Satuan Tugas (Satgas) RAPI Kota Banda Aceh di wilayah Kota Sabang, yang merupakan daerah paling ujung barat Indonesia. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap lonjakan kunjungan wisatawan ke Pulau Weh, yang setiap tahunnya menjadi destinasi favorit masyarakat saat libur Lebaran.
Ketua RAPI Kota Sabang, Agus Halim (JZ 01 MAX), mengungkapkan bahwa pihaknya telah memprediksi peningkatan signifikan jumlah pengunjung, terutama pasca bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Aceh. Kondisi tersebut menjadikan Kota Sabang sebagai salah satu tujuan utama masyarakat untuk berlibur.
“Dengan kondisi daerah lain yang terdampak banjir, Sabang menjadi alternatif utama destinasi wisata. Oleh karena itu, kami telah mempersiapkan langkah antisipatif, termasuk memperkuat dukungan personel dan sistem komunikasi di lapangan,” ujar Agus Halim.
Ia juga menjelaskan bahwa puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari ke-5, ke-6, dan ke-7 setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada periode tersebut, intensitas mobilitas masyarakat diprediksi mencapai titik tertinggi, sehingga membutuhkan dukungan maksimal dari seluruh unsur terkait.

“Keterbatasan personel Satgas RAPI di wilayah Sabang menjadi perhatian utama. Untuk itu, dukungan dari rekan-rekan RAPI Kota Banda Aceh sangat penting, khususnya dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, dan pelayanan informasi kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RAPI Wilayah Kota Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab (JZ01ADH) yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh RAPI Kota Sabang.
“Kami merasa bangga dan terhormat atas kepercayaan dari kawan-kawan RAPI Kota Sabang untuk membantu menebar personel Satgas RAPI Banda Aceh di beberapa titik rawan di wilayah Sabang, yang merupakan wilayah paling ujung barat Indonesia,” ujar Daniel.
Ia menegaskan bahwa tugas Satgas RAPI tidak hanya sebatas memberikan dukungan komunikasi saat kondisi darurat atau bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir, tetapi juga berperan sebagai penghubung informasi di lapangan.
“RAPI hadir untuk menjembatani komunikasi, terutama di daerah yang mengalami keterbatasan sinyal telepon maupun internet, termasuk dalam kondisi tertentu seperti lonjakan aktivitas saat libur Idul Fitri,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Komandan (Wadan) Satgas RAPI Kota Banda Aceh, Muhammad Daffa (JZ 01 ABA), yang turun langsung ke Kota Sabang juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keterlibatan dalam operasi tersebut.
“Kami merasa bangga mendapat kehormatan ini. Selain bisa menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan RAPI Sabang, kami juga dapat memantau langsung arus balik yang ternyata sangat membludak. Namun demikian, komunikasi di lapangan tetap berjalan lancar dan efektif, serta tidak ditemukan gangguan berarti,” ungkapnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 secara optimal, terutama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus transportasi dan aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran di Kota Sabang.
Dengan adanya sinergi antarwilayah ini, RAPI kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sistem komunikasi darurat dan pelayanan kemasyarakatan, khususnya di momen-momen krusial seperti Hari Raya Idul Fitri.[]
Skip to content






