BANTUL – Penanews.co.id – Warga Bantul digegerkan dengan peristiwa penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap sepasang suami istri di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Suami berinisial TYR (36) ditemukan meninggal di tempat, sedangkan istri luka luka
Peristiwa tersebut kini tengah ditangani aparat kepolisian yang masih melakukan penyelidikan secara mendalam.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa penyidik masih menunggu hasil analisis forensik digital untuk membantu mengungkap siapa pelaku serta apa motif di balik kejadian itu. Sejauh ini, empat orang saksi telah dimintai keterangan guna mendukung proses penyelidikan.
Menurut Rita, Polisi juga telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap istri korban yang dinilai memiliki peran penting sebagai saksi kunci dalam kasus tersebut.
“Kami berencana memeriksa istri korban dan menunggu hasil pemeriksaan forensik digital,” katanya, Jumat (27/2/2026).
Insiden tragis tersebut diketahui terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB di Dusun Kaliurang, Kalurahan Argomulyo, Sedayu.
Saat itu, menurut Rita, korban tengah tertidur di ruang tengah rumah bersama istri dan anaknya yang masih berusia lima tahun.
Menurut keterangan kepolisian, pelaku diduga berjumlah dua orang. Satu sebagai eksekutor sementara satu lainnya menunggu di atas sepeda motor dengan mesin menyala di luar rumah.
Dia menjelaskan, kronologi kejadiannya, seorang pria mengenakan penutup wajah (sebo) yang diduga pelaku pembunuhan keji itu masuk melalui pintu belakang rumah yang tidak terkunci. Lalu pelaku langsung menyerang korban menggunakan parang.
“Pelaku masuk menggunakan penutup muka dan langsung mengayunkan parang ke arah korban yang masih tertidur,” ujar Rita.
Istri korban, RP (34 tahun), sempat berupaya melindungi suaminya dengan menangkis serangan pelaku menggunakan tangan kosong. Namun, tak berhasil mencegah aksi tersebut dan justru mengalami luka serius di bagian tangan hingga tiga jarinya mengalami kerusakan.
Serangan pelaku tetap mengenai tubuh korban. “Serangan mengenai bagian wajah, perut, dan jari korban. Beruntung, anak korban tidak mengalami luka sedikit pun,” kata Rita.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka sayatan sepanjang 10 sentimeter di wajah serta luka robek besar dari perut hingga paha sepanjang 20 sentimeter dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter.
“Korban juga mengalami luka pada ibu jari tangan kanan serta pendarahan hebat di bagian perut yang menyebabkan meninggal dunia,” ungkapnya.
“Pelaku diduga berjumlah dua orang,” sambung Rita.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan proses penyelidikan dengan pendalaman keterangan saksi serta menunggu hasil forensik digital untuk memastikan identitas dan motif pelaku.[]
Direkomemdasikan untuk anda baca👇
Sumber Republika
Skip to content





