Tentara AS ‘Kocar kacir’ Tinggalkan Pangkalan Setelah Diserang Iran

by

TEHERAN – Penanews.co.id – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa tentara AS telah mengungsi di berbagai kota di seluruh wilayah tersebut karena mereka terus melarikan diri dari serangan balasan Iran.

Dalam unggahan media sosial pada hari Selasa, Brigadir Jenderal Alimohammad Naeini mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mencoba menggambarkan situasi tersebut sebagai hal yang sepenuhnya normal bagi tentara Amerika yang terlibat dalam agresi militer gabungan dengan Israel terhadap Iran.

“…Tentara Amerika, yang melarikan diri dari pangkalan AS, berkeliaran di kota-kota di wilayah tersebut dengan ransel mereka, dan beberapa di antaranya mencari perlindungan di hotel-hotel setempat,” kata Naeini dikutip Press TV, Selasa (10/03/2026).

Jenderal IRGC itu menambahkan bahwa kapal induk AS USS Abraham Lincoln terpaksa menambah jaraknya dari Iran lebih dari 1.000 kilometer setelah menjadi sasaran empat rudal Iran pada hari-hari awal perang, yang dimulai pada 28 Februari.

Dia juga mengatakan bahwa tentara Israel telah melarikan diri dari gempuran rudal dan drone Iran yang hebat, bersembunyi di antara warga sipil di wilayah pendudukan dalam upaya untuk melindungi diri mereka sendiri.

Iran telah melakukan serangan balasan terhadap aset militer AS di negara-negara regional, serta terhadap target di wilayah pendudukan Israel, sejak akhir Februari, ketika AS dan Israel melancarkan agresi udara mereka terhadap Iran.

Media independen melaporkan bahwa serangan balasan Iran telah menimbulkan kerugian material dan jiwa yang signifikan pada pihak musuh, meskipun ada klaim yang bertentangan di media Barat.

Amerika Serikat telah mengakui bahwa serangan Iran telah menewaskan tujuh anggota militer dan menghancurkan peralatan serta infrastruktur militer penting di wilayah tersebut.

Video-video yang muncul dari wilayah pendudukan juga menunjukkan kerugian besar di kota-kota yang dikuasai Israel.

Serangan militer Iran juga memicu lonjakan besar harga energi dan komoditas internasional, dan para ahli memperingatkan bahwa krisis dapat semakin memburuk dalam beberapa minggu mendatang jika konfrontasi berlanjut.[]

Direkomendasikan untuk anda baca ini juga 👇

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *