LAHAT – Penanews.co.id – Masyarakat Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tengah diselimuti duka sekaligus kengerian. Sebuah aksi kriminal yang sangat keji terungkap setelah Siti Anawati (60) ditemukan tewas di tangan anak kandungnya sendiri dengan cara yang sangat tidak manusiawi.
Pelaku tidak hanya menghabisi nyawa ibunya, tetapi juga memutilasi tubuh korban menjadi beberapa bagian. Untuk menutupi perbuatannya, pelaku membakar sebagian tubuh korban sebelum membungkus potongan jasad tersebut ke dalam tiga karung plastik.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terpotong menjadi beberapa bagian dan dibungkus dalam tiga karung. Sebagian tubuh korban juga ditemukan dalam kondisi terbakar.
Selain membunuh, pelaku juga menggasak perhiasan emas milik korban seberat sekitar 13 gram yang ditaksir bernilai Rp24 juta.
Emas tersebut kemudian dijual dan uangnya digunakan untuk bermain judi online. Kasus ini terungkap setelah aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di kontrakannya yang berada tidak jauh dari rumah korban.
Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.
Terjerat Judi Slot
Dari hasil pemeriksaan awal, motif yang terungkap bukan soal dendam lama atau konflik keluarga klasik. Ini soal candu.
Pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa ibunya sendiri karena terjerat judi online jenis slot—sebuah kebiasaan yang awalnya dianggap hiburan, namun perlahan berubah menjadi jerat yang menghancurkan.
Tekanan ekonomi, kekalahan beruntun, dan ketergantungan yang tak terkendali disebut menjadi pemicu. Dalam kondisi terdesak, akal sehat runtuh—dan yang menjadi korban adalah orang yang paling dekat, yakni ibunya sendiri.
Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, melalui jajaran humas memastikan pelaku telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim.
“Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” ungkap Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Lahat, Aiptu Lispono, Rabu (8/4/2026).
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, tidak hanya dari sisi kriminalitas, tetapi juga sebagai dampak sosial dari maraknya praktik judi online yang semakin meresahkan.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Lahat untuk dilakukan autopsi, sementara penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya faktor lain serta melengkapi berkas perkara.
Polres Lahat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi, sembari menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.[]
Sumber tvonenews.com
Skip to content





