Ternyata Cristiano Ronaldo Selama Berkarir di Arab Saudi Pernah Mencoba Puasa Ramadan Selama ini

by
Cristiano Ronaldo (CR7) | Foto: Yasser Bakhsh/Getty Images

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Bintang dunia Cristiano Ronaldo ternyata pernah mencoba berpuasa di Bulan Ramadan. Tanpa paksaan, Ronaldo mencoba untuk mendalami ibadah rutin tahunan dari umat muslim ini.  Hal ini diungkapkan oleh mantan pemain Al Nassr, Shaye Sharahili mengungkap

Sejak Cristiano Ronaldo berkarier di Arab Saudi bersama Al Nassr FC. Selama selama itu, megabintang asal Portugal itu semakin terlihat menyatu dengan lingkungan barunya. Dari adaptasi cuaca, ritme pertandingan, hingga pengalaman mencoba berpuasa, perjalanan CR7 di Timur Tengah menjadi babak unik dalam karier panjangnya.

Sharahili membagikan cerita yang menunjukkan sisi lain dari megabintang asal Portugal Cristiano Ronaldo yakni rasa hormat dan ketertarikannya terhadap budaya lokal, khususnya di Arab Saudi. Ia mengungkap

Dalam perbincangan di podcast Thmanyah Sports, Sharahili mengungkapkan bahwa Ronaldo sempat mencoba berpuasa Ramadan tahun lalu, meskipun dirinya bukan seorang Muslim.

Menurutnya, Ronaldo menjalani puasa selama dua hari penuh bersama rekan-rekannya di Al Nassr.

“Tahun lalu, Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa bersama para pemain Muslim Al Nassr selama Ramadan. Dia berpuasa selama dua hari untuk merasakan apa yang dirasakan umat Muslim selama berpuasa,” ujar Sharahili dikutip dari Tribuna.

“Ia mencoba berpuasa bersama para pemain pada Ramadan tahun lalu, ia berpuasa selama dua hari untuk merasakan bagaimana rasanya berpuasa bagi umat Muslim,” ujar Shaya dilansir dari laman Twals News, Minggu (22/2/2026). 

Pengakuan itu menjadi sorotan karena Ronaldo dikenal sangat disiplin dalam menjaga pola makan dan kebugaran tubuhnya. Sebagai atlet dengan standar profesional tinggi, setiap perubahan pola nutrisi tentu memiliki dampak terhadap kondisi fisik.

Shaya mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut muncul ketika dirinya ditanya mengenai pengaruh Ramadan terhadap performa pemain. Ia menilai ada perbedaan adaptasi antara pemain lokal dan pemain asing.

“Pemain asing adalah yang paling terdampak karena jadwal pertandingan menjadi lebih larut dan dimainkan pada pukul sepuluh malam, hal itu memengaruhi waktu tidur mereka karena mereka terbiasa bermain pada pukul delapan malam,” jelasnya.

Perubahan jadwal pertandingan selama Ramadan memang menjadi tantangan tersendiri di Liga Arab Saudi. Kick-off yang lebih malam dilakukan untuk menyesuaikan waktu berbuka puasa, namun konsekuensinya ritme biologis pemain ikut berubah.

Meski demikian, Shaya menegaskan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi. Menurutnya, setelah beberapa hari, kondisi fisik pemain akan kembali stabil.

“Setelah tujuh hari berlalu, tubuh akan mulai terbiasa dengan perbedaan tersebut dan semuanya kembali berjalan normal,” tutupnya.

Ramadan 2026 baru saja dimulai beberapa hari lalu bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Periode ini kerap memunculkan diskusi dalam dunia sepak bola mengenai dampak puasa terhadap performa atlet profesional, termasuk dalam hal stamina, pola makan, dan jadwal latihan.

Namun, di Arab Saudi, situasinya berbeda. Sebagian besar pemain beragama Islam dan menjalankan ibadah puasa.

Liga Arab Saudi juga menyesuaikan jadwal latihan serta waktu kick-off pertandingan agar para pemain tetap dapat tampil optimal selama Ramadan.

Sementara, keputusan Ronaldo untuk ikut berpuasa, meski hanya dalam waktu singkat dipandang sebagai bentuk empati dan keterbukaan terhadap tradisi setempat.

Bagi para penggemar, kisah ini menambah daftar cerita menarik tentang bagaimana seorang ikon global bisa beradaptasi dengan budaya lokal. Dan di Arab Saudi, Ronaldo bukan hanya tentang gol dan trofi, tetapi juga tentang pengalaman dan pembelajaran lintas budaya.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *