TAPAKTUAN — Penanews.co.id – Tanpa mengenal lelah, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan puluhan hektare lahan milik masyarakat di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (27/01/2026).
Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga maupun area hutan yang lebih luas.
Penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Komandan Yonif Raider 115/Macan Lauser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata. Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi, terdiri dari personel Kodim 0107/Aceh Selatan, Batalyon Raider 115/Macan Lauser, Polsek Trumon Timur, personel pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Selatan, BKSDA wilayah Aceh Selatan, serta unsur lintas sektor lainnya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.
Letkol Inf Andrino Lubis menegaskan bahwa fokus utama penanganan pada hari ini adalah melakukan penyekatan di sejumlah titik api agar kebakaran tidak merambat ke area lain yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.
“Fokus kami hari ini adalah melakukan penyekatan terhadap titik-titik api agar tidak merambat ke area lain. Seluruh personel bergerak cepat dengan kemampuan yang ada untuk menekan penyebaran kebakaran,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, tantangan di lapangan cukup berat, mulai dari medan yang sulit, akses menuju lokasi kebakaran yang terbatas, hingga keterbatasan peralatan dan sumber air. Meski demikian, semangat tim gabungan tetap tinggi demi keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.
“Walaupun dihadapkan pada medan yang sulit, akses terbatas, dan peralatan yang minim, semangat tim gabungan tidak surut. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Dalam upaya mempercepat penanganan karhutla, selain mengerahkan mesin pompa air, personel TNI juga melaksanakan pemadaman secara manual menggunakan ember. Langkah ini ditempuh untuk menjangkau titik-titik api di medan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan maupun peralatan berat.
Personel gabungan dari Kodim 0107/Aceh Selatan dan Batalyon Raider 115/Macan Lauser yang diterjunkan ke lokasi kebakaran diwajibkan membawa ember sebagai perlengkapan pemadaman manual. Cara ini menjadi bentuk adaptasi di lapangan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Pemadaman dengan ember ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau mesin,” jelas Dandim.
Dandim juga menyebutkan, mengingat sebagian besar lokasi kebakaran merupakan lahan bergambut, upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api tertentu agar tidak kembali menyala dan meluas. Kombinasi penggunaan mesin pompa air dan pemadaman manual dinilai sebagai langkah maksimal dalam menekan laju kebakaran serta meminimalisir dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Saat ini beberapa titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, akibat cuaca panas serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar kembali, asap masih terlihat di sejumlah lokasi. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif dan pemadaman lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.
Dandim juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan karhutla agar upaya pemadaman dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Penanganan karhutla ini melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA. Dengan kebersamaan serta kerja keras di lapangan, kami optimistis api dapat segera dikendalikan,” imbuhnya.
TNI bersama unsur terkait akan terus melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi wujud komitmen untuk selalu hadir saat rakyat membutuhkan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.





