JAKARTA – Penanews.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan penjelasan terkait isu yang beredar mengenai klaim bahwa Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data dana milik Presiden RI periode 2014–2024, Joko Widodo, senilai ribuan triliun rupiah yang disimpan di Bank China. Kemenkeu menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan kabar palsu atau hoaks.
“Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di Bank China adalah tidak benar atau hoaks,” tulir Kemenkeu dalam akun Instagram @ppid.kemenkeu, Rabu (14/1/2026).
Kementerian Keuangan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kabar semacam itu, termasuk isu yang beredar tersebut, dinilai menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta.
“Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya,” terangnya.
Dalam unggahan akun ppid.kemenkeu, turut ditampilkan tangkapan layar pemberitaan yang memuat klaim tersebut. Kementerian Keuangan secara tegas membubuhkan label “hoaks” pada berita berjudul “Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun Disimpan di Bank China, Maksa 3 Periode Ternyata Ini Jawabannya” yang dimuat oleh Info Nasional.id.
Mengutip @info_nasional.id, Rabu (14/1/2026), pemberitaan tersebut diunggah satu hari yang lalu. Berikut isinya:
“Publik kembali digunc4ng oleh sebuah temuan serius yang tidak bisa lagi dianggap sebagai i5u pinggiran. Dalam pus4ran aliran dana tak wajar yang terjadi selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, muncul satu fakta yang memicu tanda tanya besar, terdeteksinya keterlibatan banyak bank asal Tiongkok dalam jalur pergerakan dana mencurig4kan lintas neg4ra”
“Ini bukan g05ip warung kopi. Ini bukan pula sekedar opiini pribadi. Ini adalah indik4si sist€mik yang menvntut penjelasan neg4ra”.
“Temuan ini berangkat dari analisis aliran trans4ksi lintas perbankan internasional, kerja sama data int€lijen keu4ngan, serta laporan aktivitas keu4ngan tidak l4zim yang melewati batas yur1sd1ksi n4sional. Dalam sejumlah jalur tersebut, nama b4nk-b4nk berbasis di Tiongkok berulang kali muncul sebagai simpul perantara,baik sebagai transit, kor€sponden, maupun pen4mpung sementara d4na dalam jumlah besar”.
Unggahan ber-format video tersebut, pada Rabu (14/1/2026) petang terpantau mendapatkan sekitar 6.400 likes, 1.541 komentar, dan sekira 500 repost atau bagikan ulang.





