KUTA MAKMUE – Penanews.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M, melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (4/1/2025).
Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB hingga 13.30 WIB tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi posko pengungsian, dampak kerusakan akibat banjir bandang, serta memastikan penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak berjalan optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB RI didampingi oleh jajaran pejabat BNPB pusat, Forkopimda Kabupaten Nagan Raya, serta unsur TNI-Polri. Turut hadir di antaranya Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, Dandim 0116/Nagan Raya, Wakapolres Nagan Raya, Kajari Nagan Raya, Plt. Sekda, Kepala BPBD Nagan Raya, Camat, Kapolsek, Danramil, serta aparatur desa setempat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Nagan Raya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah melakukan berbagai upaya maksimal dalam penanganan bencana, termasuk pendistribusian bantuan logistik melalui jalur sungai menggunakan kabel sling guna menjangkau wilayah terisolir. Pemerintah daerah juga akan membentuk tim khusus untuk pendataan dan pengurusan dokumen kependudukan masyarakat yang hilang atau rusak akibat banjir.
Sementara itu, Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan bahwa kehadiran BNPB pusat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh hunian yang layak serta bantuan yang merata.
“Pemerintah pusat akan mempercepat pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak. Kami juga memohon maaf apabila terdapat keterlambatan bantuan akibat kendala pengiriman melalui jalur laut,” ujar Kepala BNPB RI.dikutip dari Tribratanews
BNPB RI juga menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun 609 unit hunian sementara (Huntara) di wilayah Beutong Ateuh Banggalang. Selain itu, bagi masyarakat yang memilih tidak menempati Huntara, pemerintah akan memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp600.000 per KK per bulan selama tiga bulan.
Untuk rumah warga dengan kategori rusak berat, pemerintah akan membangun hunian tetap tipe 36 dengan estimasi biaya sebesar Rp60 juta per unit. Sementara kebutuhan logistik harian, pertanian, perkebunan, dan perikanan akan dibantu melalui kementerian terkait berdasarkan pendataan dari pemerintah desa dan kabupaten.
Dalam dialog bersama warga, masyarakat Beutong Ateuh Banggalang menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat serta berharap pembangunan hunian layak, sarana pendidikan, dan tempat ibadah dapat segera direalisasikan. Masyarakat juga meminta dukungan alat pertanian agar aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan berupa perlengkapan ibadah serta 600 paket makanan anak dan balita dari BNPB RI kepada masyarakat terdampak.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, dengan pengamanan yang dilakukan oleh personel Polri dan TNI. Pemerintah daerah bersama aparat kewilayahan juga akan terus melakukan pengawasan dan patroli guna menjaga keamanan di lokasi bencana serta area pembangunan hunian.[]





