BANJAR BARU – Penanews.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, Senin (12/01/2026).
Tidak hanya itu, jumlah Sekolah Rakyat tersebut bahkan terdata menembus wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga Papua, Maluku dan Nusa Tenggara.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Presiden Prabowo juga meninjau perpustakaan sekolah. Seluruh perpustakaan di Sekolah Rakyat tersebut merupakan bentuk dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dalam penguatan literasi dan akses bahan bacaan bagi peserta didik.
Berkat dukungan Perpusnas, Sekolah Rakyat kini memiliki ribuan koleksi buku cetak. Terdapat juga Anjungan Baca Digital (ABD) yang memungkinkan siswa mengakses koleksi digital secara daring.
“Mereka bisa akses ya, lewat online buku digital dapat dibaca,” ucap Presiden saat meninjau perpustakaan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Presiden mengapresiasi capaian Literasi Sekolah Rakyat yang mulai menorehkan prestasi, termasuk karya tulis siswa yang telah ditampilkan hingga tingkatan nasional.
Bahkan menurutnya, dalam waktu enam bulan sejak berdiri, sejumlah siswa Sekolah Rakyat telah meraih prestasi akademik, termasuk juara olimpiade.
“Saya kagum, baru enam bulan sudah ada yang juara olimpiade. Saya terharu dan bangga,” ujar Presiden.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah menghadirkan kesejahteraan dan melindungi seluruh rakyat dari ancaman kemiskinan, kelaparan, penyakit, dan penderitaan.
“Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita merdeka,” tegasnya.
Presiden juga memberikan pesan kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka.
“Jangan kau kecil hati, jangan malu orang tuamu hanya buruh atau petani miskin. Mereka mulia, bekerja keras dengan cara halal untuk masa depanmu,” pesan Presiden.
Prabowo mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah, sehingga total penerima manfaat dapat mencapai 500 ribu siswa.
“Cita-cita saya di akhir masa jabatan 2029, kemiskinan ekstrem bisa kita hilangkan dari Indonesia,” ungkapnya.]]





