JAKARTA – Penanews.co.id – Aksi demonstrasi yang digelar oleh duaratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) berlangsung di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Jalan Trunojoyo dan menarik perhatian aparat keamanan.
Salah satu poin tuntutan, berfokus pada proses hukum prosea hukum terhadap Bripda MS, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu pelajar berinisial AT, 14, di Tual, Maluku Utara.
“Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas,” kata Koorbid Sospol BEM UI, Muhammad Hafidz dikonfirmasi,seperti dikutip dari Jawapos.com, Jumat (27/2/2026).
BEM UI memperkirakan sekitar 200 massa aksi akan menggeruduk Mabes Polri. Massa akan terlebih dahulu di lapangan FISIP UI sekitar pukul 13.00 WIB sebelum bergerak menuju Mabes Polri.
Menanggapi aksi tersebut, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari area sekitar lokasi unjuk rasa guna mencegah kemacetan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menyampaikan bahwa sebanyak 3.093 personel telah dikerahkan untuk memastikan jalannya aksi berlangsung tertib dan aman.
Menurutnya, meski pengamanan telah disiapkan secara maksimal, warga yang hendak melintas di sekitar Jalan Trunojoyo disarankan memilih rute alternatif agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
”Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat juga untuk peduli, melihat, apabila di Jalan Trunojoyo, Mabes Polri ini ada kegiatan-kegiatan penyampaian pendapat, mungkin bisa menghindari jalur-jalur kepadatan agar aktivitasnya dapat berjalan dengan baik,” ucap Budi.
Menurut dia, aksi penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin undang-undang dan wajib difasilitasi. Karena itu, aparat memastikan pelayanan pengamanan tetap diberikan maksimal kepada mahasiswa. Meski begitu, Budi kembali mengingatkan agar massa aksi tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi demonstrasi.
”Elemen mahasiswa yang akan melaksanakan penyampaian pendapat jangan sampai ditunggangi oleh penunggang-penunggang gelap, gampang terprovokasi, dan dalam menyampaikan aksi ada muatan-muatan pesanan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar Mabes Polri. Skema ini akan diterapkan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Situasional. Kita melihat arus lalu lintas juga bisa berjalan dengan baik, kegiatan aktivitas masyarakat juga bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Rekayasa lalin tersebut mencakup Jalan Trunojoyo, Pattimura, Raden Patah I, Hasanudin Sultan, serta ruas lain di sekitar titik konsentrasi massa.
“Kami tidak ingin kegiatan rutin masyarakat ini terganggu, terdampak, hingga menimbulkan rasa keresahan masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya,” tutur dia.
Ia mengakui, kawasan Mabes Polri kerap dipadati mobilitas warga, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Karena itu, massa aksi telah diarahkan untuk tetap berada di titik yang ditentukan.
“Sudah dilokalisir untuk melaksanakan aksi di tempat tertentu, sehingga menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan. Kita tahu pada saat kepadatan itu adalah menjelang buka puasa,” kata Budi lagi.
Sebelumnya diberitakan, tekanan terhadap Polri kian memanas. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) turun gunung. Siang ini, Jumat 27 Februari 2026, mereka bakal menggeruduk Mabes Polri.
Aksi tersebut dipicu kasus tewasnya siswa MTsN 1 Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14) yang diduga dianiaya anggota Brimob, Bripda Mesias Siahaya. BEM UI menilai kasus ini tak bisa berhenti pada proses biasa. Mereka menuntut hukuman berat hingga pencopotan pucuk pimpinan.
Seruan aksi itu diumumkan melalui akun Instagram resmi BEM UI pada Kamis, 27 Februari 2026. Mengusung tagar #AparatKepar4t, massa direncanakan bergerak dari FISIP UI menuju Mabes Polri sekitar pukul 13.00 WIB.
Anggota BEM UI, Hafidz Hernanda, menegaskan ada lima tuntutan yang akan mereka bawa dalam aksi tersebut. Yang utama, mendesak pidana maksimal bagi Bripda Mesias.
“Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas,” ujar dia, Jumat, 27 Februari 2026.
Direkomendasikan untuk anda baca 👇
Skip to content




