IRGC: Serangan terhadap Israel Menargetkan Sasaran Militer – Rudal Iran Hantam Pusat Kota Tel Aviv

by

TEHERAN – Penanews.co.id -.Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan Rudal-rudal yang diluncurkan olehnya menghantam sejumlah area di Israel pada Sabtu (28/2/2026) malam waktu setempat, termasuk pusat kota Tel Aviv dan sasaran militer penting, dalam eskalasi besar konflik antara Iran dan Tel Aviv serta sekutunya.

Dalam sebuah pernyataan resmi, IRGC menyebut bahwa serangan tersebut tidak hanya menargetkan kawasan perkotaan, tetapi juga fasilitas-fasilitas militer utama Israel. Sasaran yang diumumkan mencakup pangkalan udara Ramat David, pangkalan angkatan laut Israel di pelabuhan Haifa, serta berbagai instalasi dan kompleks militer lainnya yang dianggap sebagai pusat operasional militer Israel.

Pernyataan IRGC juga menyebut bahwa dalam gelombang serangan ketiga dan keempat, rudal-rudal balistik Iran menghantam iskandar pertahanan udara dan markas besar Angkatan Laut di Pelabuhan Haifa, pangkalan udara Ramat David, serta kompleks industri militer di Beit Shemesh dan Ashdod yang digunakan oleh militer Israel.

Hal ini dinyatakan dalam sebuah pernyataan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC, unit elit tentara republik), yang diterbitkan pada Saluran Telegram.

“Pangkalan angkatan laut tentara Zionis (Israel – red.) di Haifa, serta kapal-kapal militer yang ditempatkan di sana, pangkalan udara Ramat David, kota industri militer Beit Shemesh, serta pusat industri militer di Ashdod adalah target utama gelombang ketiga dan keempat,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Rudal Iran menghantam pusat kota Tel Aviv.

dok telegram channel 9

Channel 9 melaporkan hal ini melalui Telegram, Sebuah serangan rudal yang diluncurkan oleh Republik Islam Iran menghantam kawasan pusat kota Tel Aviv pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat,

Menurut channel 9, ada korban jiwa akibat serangan rudal tersebut. Tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan.

Serangan itu terjadi sebagai bagian dari serangan balasan Iran setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap target-target di Iran, yang menurut pernyataan resmi bertujuan untuk menekan kemampuan militer dan program nuklir Republik Islam tersebut

Angkatan Pertahanan Israel (IDF) juga melaporkan bahwa sistem pertahanan udara saat ini sedang mengidentifikasi dan mencegat ancaman.

Insiden ini menandai eskalasi ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah setelah konflik militer antara Iran dan koalisi yang dipimpin oleh Israel dan Amerika Serikat memanas dalam beberapa hari terakhir. Ancaman serangan lanjutan dari kedua belah pihak telah memicu kekhawatiran di komunitas internasional tentang kemungkinan perang yang lebih menyeluruh di wilayah tersebut.

PBB, Uni Eropa, dan sejumlah negara besar telah menyerukan penurunan eskalasi dan kembali ke jalur diplomasi, meskipun hingga kini belum ada tanda-tanda nyata kemajuan menuju gencatan senjata.[]

Direkomendasikan untuk anda baca 👇

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *