BANDA ACEH – Penanews.co.id – Memasuki malam ke-13 Ramadhan 1447 H, antusiasme warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya untuk beribadah di Masjid Haji Keuchik Leumik Lamseupeung, terpantau masih sangat tinggi.
Masjid yang dikenal dengan arsitektur indahnya ini dipadati jamaah yang membludak hingga ke pelataran untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah.
Suasana khidmat menyelimuti malam tersebut, di mana Fayat Oktami bertindak sebagai imam shalat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan. Sementara itu, tausiyah singkat menjelang tarawih disampaikan oleh Tgk. Ridwan Ibrahim, S.Ag.
Dalam ceramahnya, Tgk. Ridwan Ibrahim menekankan pentingnya konsistensi dalam bersedekah. Beliau mengingatkan bahwa berbagi tidak boleh menunggu waktu luang atau saat merasa berlebih saja.
“Setiap saat kita harus bersedekah. Jangan bersedekah hanya pada saat lapang, tetapi juga pada saat sedang sempit. Itulah wujud keimanan yang sesungguhnya,” ujar Tgk. Ridwan di hadapan ribuan jamaah.
Lebih lanjut, ia memberikan sentilan keras terkait fenomena sosial di mana orang seringkali mengaitkan amal dengan jabatan atau kepentingan politik tertentu.
“Jangan bersedekah nanti setelah jadi anggota DPR. Kalau tidak jadi anggota DPR, berarti tidak pernah bersedekah? Ini keliru. Harta itu Allah titip pada kita, dan sesungguhnya dalam harta kita ada hak orang lain yang harus ditunaikan,” tegasnya.
Tgk. Ridwan juga mengingatkan agar setiap muslim menjauhi sifat kikir. Menurutnya, orang-orang yang gemar berinfak di jalan Allah akan diberikan kelapangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Namun, ia menggarisbawahi bahwa syarat utama diterimanya amal adalah keikhlasan, jauh dari sifat ria atau pamer.
“Dalam bersedekah harus ikhlas, tidak boleh ria. Ibarat pepatah, ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu. Jangan pernah bersikap pelit dalam hidup ini, tetapi senantiasa membuka diri untuk membantu orang lain,” pungkasnya.[]
Direkomendasikan untuk anda baca 👇
Skip to content





