Dies Natalis ke-44 PERMAHI di Banten: Teguhkan Semangat Kepermahian sebagai Ruang Inkubasi Kepemimpinan Mahasiswa Hukum

by

BANTEN — Penanews.co.id Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI), Azhar Sidiq, menghadiri kegiatan peringatan Dies Natalis ke-44 PERMAHI yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh DPC PERMAHI Banten. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, serta menjadi momentum silaturahmi antara kader aktif dan para alumni PERMAHI di wilayah Banten.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah alumni PERMAHI yang telah berkiprah di berbagai bidang, di antaranya Ketua Ikatan Keluarga Alumni PERMAHI Banten Bachtiar Rifai, Ferry Once, Yulia, serta alumni lainnya yang turut memberikan dukungan moral bagi keberlanjutan gerakan intelektual mahasiswa hukum melalui PERMAHI.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Ustad Ardi, yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai integritas, kejujuran, dan pengabdian dalam kehidupan pribadi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

Ketua DPC PERMAHI Banten, Nurul Hakim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dies Natalis PERMAHI bukan sekadar peringatan usia organisasi, melainkan momentum refleksi bagi seluruh kader untuk terus menghidupkan nilai-nilai kepermahian dalam setiap gerak perjuangan mahasiswa hukum.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum DPN PERMAHI Azhar Sidiq menegaskan bahwa PERMAHI harus terus menjaga eksistensinya sebagai ruang pembelajaran, kaderisasi, serta inkubasi kepemimpinan bagi mahasiswa hukum di Indonesia.

Menurutnya, selama lebih dari empat dekade, PERMAHI telah menjadi rumah besar bagi mahasiswa hukum untuk menempa diri, mengasah nalar kritis, serta membangun komitmen terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.

“PERMAHI harus terus menjadi ruang berproses bagi mahasiswa hukum Indonesia. Di sinilah gagasan, integritas, dan kepemimpinan ditempa. Kita ingin kader PERMAHI tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki keberpihakan yang jelas terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan,” ujar Azhar.

Ia juga mendorong seluruh cabang PERMAHI di berbagai daerah untuk memaknai semangat kepermahian bukan sekadar identitas organisasi, tetapi sebagai semangat perjuangan dalam membangun sistem hukum yang lebih adil, berintegritas, dan berpihak kepada masyarakat.

“Semangat PERMAHI adalah semangat pembangunan hukum. Setiap kader harus membawa nilai-nilai itu dalam kehidupan profesionalnya kelak—baik sebagai advokat, akademisi, hakim, jaksa, maupun profesi hukum lainnya,” tambahnya.

Peringatan Dies Natalis ke-44 PERMAHI di Banten tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang kental antara kader aktif dan alumni, menegaskan bahwa PERMAHI bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan juga komunitas intelektual yang terus melahirkan generasi pemimpin hukum bagi masa depan Indonesia.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang PERMAHI selama 44 tahun telah membentuk tradisi intelektual, solidaritas kader, serta komitmen terhadap cita-cita penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia.[Rifky]

Direkomendasikan untuk anda baca ini juga 👇

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *