CALANG – Penanews.co.id – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M memberikan santunan kepada bayi yang ditemukan terbedong dengan Sajadah di Masjid Leupe wilayah Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, Jum’at (27/03/2026).
“Hal itu dilakukannya sebagai wujud kepeduliaan terhadap sesama,” sebut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, kepada media.
”Kapolda Aceh memberikan bantuan kepada bayi yang ditemukan di Lamno, Aceh Jaya, melalui Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo yang diwakili Wakapolres Kompol Ricky Andrika, S.H., S. E., M. H, didampingi Kabag Ops dan jajaran Satreskrim Polres Aceh Jaya, kemudian bantuan diserahkan ini menjadi bagian dari langkah cepat kepolisian dalam merespons peristiwa yang sempat menyita perhatian publik,”imbuh Kabid Humas.
Menurutnya, kepedulian Kapolda Aceh dinilai sebagai wujud nyata kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi anak-anak yang memerlukan perlindungan dan perhatian khusus.
Berbagai kalangan masyarakat Aceh Jaya mengapreasiasi kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Kapolda Aceh.
“Kapolda Aceh memberikan bantuan kepada bayi yang disalurkan melalui jajaran Polres Aceh Jaya menjadi simbol kepedulian dan solidaritas sosial yang kuat,sekaligus menunjukkan bahwa institusi kepolisian hadir dengan hati nurani untuk membantu sesama, terutama dalam situasi yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan,” pungkas Kabid Humas.
Sebelumnya Bayi dengan jenis kelamin perempuan itu ditemukan warga dalam masjid Gampong Leupe, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya Rabu (25/3/2026). dengan posisi dibedong sajadah.
Kepala Puskesmas Lamno, dr Rina membenarkan adanya penemuan seorang bayi tanpa identitas.
Ia menyebutkan jika setelah ditemukan, bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan terkait kondisi kesehatannya.
“Ada penemuan bayi perempuan di Masjid Leupe, sudah dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan,” jelasnya, dilansir serambinews.com, Rabu, 25/03/2026)
Dirinya menjelaskan, berdasarkan keterangan warga bayi tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang warga setempat yang hendak melakukan ibadah di masjid tersebut.
Melihat adanya bayi, kemudian warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparatur desa yang kemudian diteruskan kepada pihak berwenang.
“Bayi itu sendiri sekarang sudah ada yang bersedia mengadopsinya, saat ini sedang proses administrasi untuk adopsi,” cetusnya.[]
Skip to content





