KOTA JANTHO – Penanews.co.id — Sebanyak 26 anak muda Aceh dari berbagai daerah mengikuti kegiatan Future Leaders Bootcamp (FLB) yang diselenggarakan oleh Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Badan Pekerja AMANAH. Kegiatan ini berlangsung di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Kabupaten Aceh Besar, dengan mengusung tema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan.”
Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan peserta terpilih yang telah melalui proses seleksi dari puluhan pendaftar terbaik di seluruh Aceh.
Antusiasme dan semangat peserta terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul – Hebat (AMANAH) Dr. Saifullah Muhammad.
“AMANAH hadir sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh yang unggul. Kita harus membangun pola pikir kepemimpinan, komitmen kuat, serta peran aktif dalam pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan semangat cinta tanah air,” ujar Dr. Saifullah Muhammad dalam sambutannya. Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Said Muniruddin, SE, M.Sc., seorang akademisi Universitas Syiah Kuala, penulis produktif, serta trainer dan public speaker di bidang pengembangan diri dan kepemimpinan. Ia juga Direktur Suficademic, lembaga pelatihan yang mengintegrasikan pendekatan rasional, emosional, dan spiritual.
“Pengalaman saya di berbagai negara menunjukkan bahwa pemuda Aceh bisa bersaing global jika punya fondasi entrepreneurial mindset yang solid. Ini bukan hanya skill teknis, tapi juga visi spiritual untuk jiwa kepemimpinan,” tegas Said Muniruddin saat membawakan materi utama “Assessing Entrepreneurial Mindset”.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi sistematis dan aplikatif. “Sesi Vision Building dan Life Roadmap membantu kami menyusun rencana hidup jangka panjang, sementara Communication & Public Speaking tingkatkan kepercayaan diri kami berbicara di depan umum,” kata salah satu peserta,
“Ini pendekatan growth mindset agar pemuda Aceh kuasai soft skill dan hard skill sebagai modal pembangunan berkelanjutan,” tambah Said Muniruddin pada sesi komunikasi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat hingga penutupan. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Aceh yang kreatif, unggul, berkarakter, dan siap kontribusi bagi bangsa di tengah persaingan global.[]
Skip to content





