TEHERAN – Penanews.co.id – Sekretariat Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran memberikan keterangan terbaru pada Sabtu (18/4/2026) mengenai perkembangan negosiasi akhir terkait perang yang dipaksakan terhadap negara tersebut. Pernyataan ini menjadi poin penting dalam memetakan langkah diplomasi Teheran ke depan.
Berikut Teks pernyataan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran di kutip dari Pars Today:
Bismillahirrahmanirrahim
Bangsa Iran yang terhormat;
Sebagaimana telah disampaikan dalam pernyataan sebelumnya oleh Sekretariat Dewan Tinggi Keamanan Nasional kepada bangsa Iran yang mulia, setelah kekalahan musuh yang menyerang Iran tercinta di medan pertempuran, berkat perlawanan bersejarah dan tak tertandingi oleh rakyat serta angkatan bersenjata negara kami, sejak hari kesepuluh perang, pengiriman pesan dan permintaan dari pihak Amerika untuk gencatan senjata serta negosiasi guna mengakhiri perang yang mereka sendiri mulai, telah dimulai.
Republik Islam Iran, pada hari keempat puluh perang dan bersamaan dengan pengumuman resmi Presiden Amerika Serikat tentang penerimaan proposal 10 poin Iran sebagai kerangka negosiasi pengakhiran perang, menyetujui pelaksanaan negosiasi tersebut dengan mediasi negara sahabat dan saudara, Pakistan, di Islamabad.
Negosiasi ini berlangsung selama 21 jam tanpa henti. Delegasi Iran menyampaikan dan memperjuangkan tuntutan rakyat Iran dengan keseriusan dan inisiatif, di tengah tingginya tingkat ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat.
Meskipun musuh, sebelum dimulainya negosiasi, telah menerima untuk bertindak dalam kerangka proposal 10 poin Iran, selama negosiasi mereka mengajukan tuntutan-tuntutan baru dan berlebihan. Tuntutan tersebut mendapat tanggapan tegas dari delegasi Iran. Musuh pun menyadari bahwa Republik Islam Iran, dengan dukungan kekuatan para pejuang di medan perang serta kehormatan, kegigihan, dan kewaspadaan rakyat yang hadir di arena, tidak akan pernah mundur satu inci pun dari posisinya.
Karena itu, tahap negosiasi ini berakhir tanpa hasil yang pasti. Kelanjutannya ditunda hingga waktu di mana musuh menghentikan ketamakan mereka dan menyesuaikan tuntutan mereka dengan realitas medan di hadapan Iran yang menang dan terhormat.
Proposal Baru dari Amerika
Dalam beberapa hari terakhir, dengan kehadiran Panglima Angkatan Darat Pakistan di Tehran sebagai mediator dan pihak penengah dalam negosiasi, proposal-proposal baru diajukan oleh pihak Amerika. Republik Islam Iran sedang mengkaji proposal tersebut, dan hingga saat ini belum ada tanggapan yang diberikan.
Di sini, kami sampaikan kepada bangsa kami yang mulia, para pejuang di medan perang, serta rakyat pemberani dan tangguh yang hadir di jalan-jalan dan lapangan di kota-kota serta desa-desa di seluruh negeri:
Delegasi negosiator Iran, yang bertawakal kepada Allah Yang Maha Tinggi, berlandaskan dukungan rakyat, tekad baja, serta kekuatan senjata api para pejuang, telah memasuki medan pertempuran politik untuk mengkonsolidasikan kemenangan-kemenangan besar dan bersejarah bangsa Iran dalam perang tak berperikemanusiaan ini. Delegasi ini tidak akan berkompromi, mundur, atau lalai sedikit pun. Dengan segenap kemampuan, mereka akan membela kepentingan dan kemaslahatan bangsa Iran, serta menjaga darah syuhada mulia dan berharga yang telah tertumpah dalam perang ini demi mempertahankan kemerdekaan, martabat, dan kehormatan Iran, terutama darah suci Pemimpin yang lebih kami cintai dari jiwa kami sendiri.
Prasyarat Gencatan Senjata dan Pelanggaran Zionis
Salah satu prasyarat esensial bagi penerimaan gencatan senjata sementara oleh Iran adalah penghentian api di semua front, termasuk Lebanon. Musuh Zionis, sejak awal, melanggar prasyarat ini dengan serangan-serangan biadab terhadap negara Lebanon dan Hizbullah yang heroik.
Berkat desakan Republik Islam Iran, rezim Zionis akhirnya menerima gencatan senjata di Lebanon. Disepakati bahwa jika musuh mematuhi gencatan senjata di semua front, Selat Hormuz akan dibuka secara kondisional dan sementara, hingga akhir masa gencatan senjata, hanya untuk kapal-kapal dagang (bukan kapal militer, dan bukan kapal non-militer dari negara-negara yang memusuhi), di bawah kendali dan izin angkatan bersenjata Iran, serta melalui jalur yang ditentukan oleh Iran.
Kontrol Ketat atas Hormuz
Mengingat bahwa sebagian besar perlengkapan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia dipasok melalui lalu lintas kapal di Selat Hormuz, dan hal ini merupakan ancaman terhadap keamanan nasional Republik Islam Iran serta kawasan Teluk Persia, Iran bertekad untuk memberlakukan pengawasan dan kontrol atas lalu lintas di Selat Hormuz hingga akhir perang secara definitif dan terwujudnya perdamaian berkelanjutan di kawasan.
Kontrol ini akan dilaksanakan dengan:
– Memperoleh informasi lengkap tentang kapal-kapal yang melintas;
– Menerbitkan sertifikat lintas sesuai dengan ketentuan yang diumumkan oleh Republik Islam Iran, disesuaikan dengan kondisi perang;
– Pembayaran biaya terkait layanan keamanan, keselamatan, perlindungan lingkungan hidup; serta
– Melalui jalur-jalur yang telah diumumkan oleh Republik Islam Iran.
Lebih lanjut, selama musuh berniat mengganggu lalu lintas kapal dan menerapkan metode-metode seperti blokade laut, Republik Islam Iran akan menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata, dan akan mencegah pembukaan Selat Hormuz secara kondisional dan terbatas.
Seruan untuk Tetap Bersatu
Sekretariat Dewan Tinggi Keamanan Nasional, seraya mengingatkan kembali nasihat-nasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam, menegaskan bahwa untuk mengkonsolidasikan sepenuhnya pencapaian medan perang dan meraih keberhasilan di medan diplomasi, kehadiran terus-menerus rakyat Iran yang tangguh di jalan-jalan dan lapangan, pemeliharaan kewaspadaan penuh di semua front, serta perhatian terhadap kohesi nasional oleh para pejabat, media, dan aktivis politik serta sosial, tetap menjadi suatu keharusan.
Sekretariat Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran
29 Farvardin 1405 HS (18 April 2026)
Sumber Pars Today
Skip to content





