SUKA MAKMUE – Penanews.co.id – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Resor Nagan Raya AKBP DR. Benny Batharasecara resmi membuka Lomba Geulayang Tunang Piala Kapolres Nagan Raya
Acara yang disambut antusias warga ituberlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 16.30 WIB hingga 18.00 WIB di Lapangan Bola Kaki Putra Jaya, Desa Lueng Baroe, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya.
Kegiatan yang sarat dengan nuansa budaya dan kebersamaan ini dihadiri sekitar 100 orang, terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polres Nagan Raya, TNI, Kejaksaan, Bhayangkari, para keuchik, peserta lomba, serta masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, Danyonif TP 856/SBS Letkol Inf Indra Rukmana, serta sejumlah pejabat dari unsur TNI-Polri, Kejaksaan, dan instansi terkait lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, laporan ketua panitia, sambutan Kapolres Nagan Raya sekaligus pernyataan resmi pembukaan lomba, sambutan Bupati Nagan Raya, pelepasan Geulayang Tunang secara simbolis, sesi foto bersama, ramah tamah, dan penutupan.
Dalam sambutannya, Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pelestarian budaya lokal serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.
“Lomba Geulayang Tunang ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya Aceh yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Kapolres.
Lomba Geulayang Tunang Piala Kapolres Nagan Raya tahun ini diikuti oleh 34 klub dengan total 330 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Nagan Raya. Antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya Aceh.
Setelah pernyataan resmi pembukaan oleh Kapolres Nagan Raya, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan Geulayang Tunang secara simbolis oleh unsur Forkopimda Nagan Raya sebagai tanda dimulainya perlombaan.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Personel Kepolisian Resor Nagan Raya diterjunkan untuk melakukan pengamanan serta berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan aparatur gampong guna memastikan seluruh rangkaian lomba berjalan dengan lancar.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, menjaga kelestarian budaya daerah, dan meningkatkan sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan harmonis.[]
Skip to content





