BANDA ACEH – Penanews.co.id – Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Reskrim, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono memastikan, tak ada demonstran yang ditahan usai aksi penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (13/5/2026).
“Tidak ada yang ditahan, semalam hanya diamankan saja, semuanya telah diserahkan kepada korlap aksi” ucap Kompol Dizha, Kamis (14/5/2026).
Sebelumnya, aparat kepolisian membubarkan massa aksi penolakan Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (13/5/2026) sore.
Pembubaran dilakukan setelah massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Aceh (ARA) bertahan melewati batas waktu penyampaian pendapat di muka umum hingga pukul 18.00 WIB.
Awalnya demo berlangsung kondusif. Namun hingga waktu yang disepakati massa tidak membubarkan diri.
Dalam membubarkan massa aparat awalnya melepaskan semburan air dari mobil water cannon ke arah massa yang masih bertahan di depan Gubernur Aceh. Namun massa masih tidak membubarkan diri.
Polisi kemudian melepaskan tembakan gas air mata untuk memukul mundur massa. Beberapa kali tembakan gas air mata dilepaskan di kawasan depan Kantor Gubernur Aceh.
Situasi sempat memanas saat sejumlah massa melakukan perlawanan dengan melempar batu dan botol air mineral ke arah aparat kepolisian yang berjaga.
Hingga pukul 20.00 WIB massa masih melakukan perlawanan dengan kembali mendatangi kantor gubernur sambil melempar batu. Di sisi lain aparat terus melakukan pengejaran terhadap massa sehingga beberapa peserta aksi diamankan.
Dihadapan mahasiswa, Kombes Andi Kirana menyampaikan pesan penuh keteduhan dan rasa tanggung jawab. Ia menegaskan seluruh mahasiswa yang sempat diamankan dipastikan dipulangkan dalam keadaan aman tanpa kurang satu apa pun.
“Saya bertanggung jawab, malam ini semuanya kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” ujar Kapolresta di hadapan mahasiswa dan personel pengamanan.
Langkah persuasif tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kasatpol PP Provinsi Aceh Tarmizi, yang menilai pola pengamanan Polresta Banda Aceh sangat profesional dan sesuai prosedur hukum.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan Satpol PP menjadi kunci utama terciptanya situasi kondusif selama aksi berlangsung di kawasan Kantor Gubernur Aceh. Tidak hanya fokus pada keamanan, Kombes Andi Kirana juga menekankan pentingnya menjaga nilai kekeluargaan dan kemanusiaan dalam menghadapi aksi mahasiswa.
Ia meminta seluruh peserta aksi membubarkan diri dengan tertib dan kembali kepada keluarga masing-masing. Sikap tidak arogan dan pendekatan dialogis yang ditampilkan Kapolresta Banda Aceh dinilai berhasil meredam ketegangan serta mengembalikan suasana Kota Banda Aceh tetap aman dan damai.[]
Skip to content





