Ketua IKA USK, Insiden Bentrokan yang Berujung Kebakaran di Kampus USK, Semua Pihak Diminta Menahan Diri

by
Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Pos Satpam dan sepeda motor terbakar, Kamis (21/5/2026) dini hari. | Foto: Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (PP IKA USK) Amal Hasan, SE, M.Si menyampaikan rasa prihatin dan sangat menyayangkan terjadinya insiden bentrokan antar kelompok mahasiswa yang menimbulkan anarkisme di kampus serta berujung pada terbakarnya gedung laboratoruim di Fakultas Pertanian.

Ia berharap semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak memperkeruh suasana dengan komentar komentar yang kontra produktif. Mari kita bersama-sama mendinginkan dan menyejukkan situasi sehingga kampus Jantong Hate rakyat Aceh itu kembali kondusif.

“Kita sangat menyayangkan terjadinya insiden mahasiswa antar fakultas yang berujung pada terbakarnya laboratorium Fakultas Pertanian. Kita berharap hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan, semua pihak yang terlibat harus bisa menahan diri. Biarkan aparat penegak hukum bekerja mengungkap secara tuntas,” ujar Amal Hasan, Kamis (21/05/2026) di Banda Aceh.

Amal Hasan berharap pihak Rektorat dan segenap elemen di USK bisa bersama-sama mendinginkan suasana. Para mahasiswa yang terlibat bentrokan juga diharapkan bisa arif bersikap dalam menyelesaikan persoalan, tidak terpancing dengan aksi-aksi anarkis. Apa lagi USK telah mengeluarkan Peraturan Rektor Nomor 15 tahun 2025 tentang Kode Etik Mahasiswa.

“Mahasiswa itu calon intelektual, tulang punggu bangsa yang memikul tanggung jawab besar sebagai agent of change, kalau ada masalah selesaikanlah secara persuasif, komunikatif, solutif dan konstruktif. Semua bisa dicarikan solusi yang terbaik,” harap Amal Hasan.

Amal Hasan yang juga Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Aceh ini menambahkan, para dosen dan civitas akademika di masing-masing fakultas dalam lingkungan USK bisa mengarahkan mahasiswa untuk tidak terpancing dan tidak terlibat dalam hal-hal yang berbau anarkis. BEM harus berperan sebagai diplomat kampus dan menjadi juru damai dalam keluarga besar mahasiswa USK.

Sementara terkait kerusakan fasilitas kampus akibat insiden bentrokan mahasiwa Fakultas Pertanian dengan Fakultas Teknik tersebut, Amal Hasan meminta agar bisa diusut tuntas, dan transparan.

“Ya, perlu diusut tuntas. Biarkan polisi yang bekerja mendalaminya, kita yakin pihak kepolisian bertindak profesional untuk mengungkap peristiwa tersebut dan pihak pihak yang bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan,” pungkas Amal Hasan.

Selain itu kata Amal Hasan, PP IKA USK juga sudah melakukan koordinasi dengan IKA Fakultas Teknik dan IKA Fakultas Pertanian untuk bersama-sama mendamaikan dan menenangkan mahasiswa agar tidak lagi terprovokasi dan kebersamaan dalam kedamaian di kampus bisa Kembali terwujud.[]