​Di RI Limbah Tulang Sapi Disulap Jadi “Penganti Tulang Manusia” yang Berkualitas

by -184 Views
Tukang sapi | Foto iStock

TANGERANG- Penanews.co.id – Riset dan pengembangan rekayasa biomaterial menemukan inovasi pemanfaatan limbah tulang sapi menjadi hidroksiapatit berkualitas tinggi yang berpotensi besar untuk aplikasi jaringan tulang dan implan medis. Hidroksiapatit merupakan komponen anorganik utama penyusun tulang dan gigi yang memiliki sifat biokompatibel, osteokonduktif, dan bioaktif. Peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuzul Ficky Nuswantoro, menjelaskan bahwa material ini sangat ideal karena dapat berinteraksi dengan sistem biologis tubuh untuk tujuan medis.

“Limbah tulang sapi yang selama ini kurang termanfaatkan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biomaterial bernilai tinggi. Dengan teknologi ekstraksi yang tepat, kita dapat memperoleh hidroksiapatit dengan struktur alami dan porositas tinggi yang mendukung pertumbuhan sel,” jelas Nuzul Ficky dalam Webinar Product Knowledge bertajuk “Bovine Hydroxyapatite: Material Biomimetik untuk Aplikasi Rekayasa Tulang dan Implan Medis” yang digelar secara daring, Jumat (19/6/2026), dikutip dari laman resmi BRIN.

Penggunaan hidroksiapatit sintetik selama ini menghadapi sejumlah kendala seperti biaya produksi yang tinggi, struktur yang kurang biomimetik, dan kompleksitas produksi. Sementara itu, hidroksiapatit yang diekstraksi dari tulang sapi menawarkan solusi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah peternakan yang melimpah di Indonesia.

Proses ekstraksi hidroksiapatit dari tulang sapi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pembersihan (cleaning), deproteinasi untuk menghilangkan protein dan lemak, serta kalsinasi pada suhu tinggi untuk menghasilkan kristal hidroksiapatit murni. Teknologi pengolahan yang diterapkan meliputi perlakuan mekanik, perlakuan kimia, dan metode hidrotermal.

Lebih lanjut, Nuzul Ficky menjelaskan bahwa material ini telah melalui serangkaian karakterisasi meliputi SEM untuk analisis morfologi, XRD untuk mengukur kristalinitas, FTIR untuk identifikasi gugus fungsi, serta uji mekanik untuk memastikan kekuatan material. “Ini adalah langkah strategis menuju kemandirian bahan baku medis. Bovine hidroksiapatit memiliki struktur alami, sehingga mampu mendukung proses regenerasi tulang dan berintegrasi dengan baik dengan jaringan tubuh,” ujarnya.

Aplikasi hidroksiapatit berbasis tulang sapi sangat luas, mencakup pembuatan bone scaffold sebagai kerangka pertumbuhan tulang baru, coating implan untuk meningkatkan daya terima tubuh, bone graft untuk menggantikan tulang yang rusak, hingga aplikasi di bidang kedokteran gigi.

Teknologi terkini juga semakin memperluas potensi pemanfaatannya. Kombinasi dengan teknologi pencetakan 3D memungkinkan pembuatan scaffold dengan bentuk yang spesifik sesuai kebutuhan pasien. Pengembangan biomimetic scaffold dan komposit nano-HA juga menjadi fokus riset untuk meningkatkan performa material.

Dalam pengembangan ini, tim peneliti juga mengidentifikasi beberapa kendala yang perlu diatasi untuk aplikasi skala industri dan klinis, antara lain variasi bahan baku, risiko kontaminasi, reproduksibilitas, dan regulasi. Ke depan, standardisasi dan peningkatan skala produksi menjadi agenda utama untuk mewujudkan hidroksiapatit dari limbah tulang sapi sebagai biomaterial andalan Indonesia. “Ini bukan hanya tentang inovasi material, tapi juga tentang bagaimana kita mengelola limbah menjadi produk bernilai tambah,” ujar Nuzul Ficky. 

Biomimetik adalah masa depan rekayasa jaringan, dan Indonesia berada pada posisi strategis untuk memimpin pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk kesehatan berdaya saing tinggi. Menurut Nuzul, BRIN melalui Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk berkomitmen terus mendorong riset terapan yang berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat. 

Dengan dukungan infrastruktur laboratorium yang mumpuni serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. BRIN berperan aktif dalam menghubungkan riset fundamental dengan aplikasi nyata di bidang kesehatan. Inovasi ini sejalan dengan visi BRIN untuk mewujudkan kemandirian bahan baku medis nasional dan mendukung penguatan ekosistem riset dan inovasi di Tanah Air.[]

ya