Situs Tsunami Kapal Patroli KPLP Jadi Destinasi Wisata Edukasi Baru di Banda Aceh Setelah Uda Dekade

by -106 Views

BANDA ACEH – Penanews.co.idPemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata terus mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah dan edukasi kebencanaan. Salah satu destinasi yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat adalah Situs Tsunami Kapal Patroli KPLP yang berada di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru.

Situs tersebut merupakan lokasi terdamparnya dua kapal patroli milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), yakni KN 328 dan KN Malahayati 430, yang terseret gelombang tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 hingga berada di tengah permukiman warga.

Keberadaan kapal yang masih dapat dilihat hingga saat ini menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana tsunami yang melanda Aceh lebih dari dua dekade lalu. Kondisi kapal yang kini tampak miring menambah nilai historis dan menjadi pengingat akan peristiwa yang pernah mengubah wajah Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Banda Aceh, Rosdi, S.T., M.Si, mengatakan, Dinas Pariwisata Banda Aceh menilai situs tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata edukasi tsunami yang melengkapi destinasi sejarah kebencanaan lainnya di kota ini.

“Selain menjadi sarana pembelajaran, lokasi tersebut juga dapat memperkaya pilihan wisata bagi pengunjung yang datang ke Banda Aceh,” kata Kadispar Rosdi, Jumat, 5 Juni 2026.

Meski demikian, pengembangan kawasan wisata ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait akses masuk menuju lokasi. Hingga saat ini, proses pembebasan lahan pada area pintu masuk destinasi tersebut masih belum tuntas sehingga pengelolaan dan penataan kawasan belum dapat dilakukan secara optimal.

“Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya mencari solusi terbaik agar pengembangan situs bersejarah tersebut dapat berjalan sesuai rencana, sekaligus tetap memperhatikan hak-hak masyarakat yang berada di sekitar kawasan,” ujarnya.

Ke depan, Situs Tsunami Kapal Patroli KPLP diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan berbasis sejarah dan mitigasi bencana yang mampu menarik minat wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Banda Aceh sebagai kota wisata edukasi tsunami yang dikenal di tingkat nasional maupun internasional.[]

ya