JAKARTA –Penanews.co.id – Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto terjun bebas dalam sembilan bulan terakhir. Memasuki bulan Juli 2026, kepuasan masyarakat merosot sekitar 30 persen dibanding periode sebelumnya.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengungkapkan bahwa berdasarkan survei yang digelar pada 5–19 Juli 2026, kini tingkat kepuasan publik berada di angka 51,1 persen. Rinciannya mencakup 46,3 persen responden menyatakan “cukup puas” dan 4,8 persen menyatakan “sangat puas”.
“Sementara yang merasa kurang atau tidak puas 46,9 persen dan tidak tahu 2,1 persen,” kata Deni dalam memaparkan hasil studi bertajuk ‘Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden’ di kanal Youtube SMRC TV pada Minggu (26/7/2026).
Deni menambahkan, angka ini menurun tajam dalam sembilan bulan terakhir, dari 81,2 pada November 2025. Artinya tingkat kepuasan publik pada kinerja presiden Prabowo menurun sekitar 30,1 persen.
“Ini cukup konsisten turunnya di bulan Maret kita temukan di 66 persen terus turun lagi. Turun bisa dikatakan cukup tajam, 30,1 persen dalam sembilan bulan,” kata Deni.
“Sisanya tidak puas, naik dari 16 persen (pada survei November 2025) ke 46,9 persen. Sementara yang tidak jawab itu stabil. Ini menarik,” tambah Deni.
Lebih jauh Deni menyatakan bahwa penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan evaluasi negatif warga pada kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” jelas Deni.
Ada pun populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telepon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).
Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya. Margin of error survei ini +/- 3.7 persen. Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2x margin of error (7,4 persen).
Sumber Liputan6







