Waspada El Nino 2026, BPBA Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia sepanjang musim kemarau 2026. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih kering, dan disertai penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Fenomena El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berdampak pada perubahan pola cuaca global. Di Indonesia, kondisi tersebut umumnya menyebabkan berkurangnya curah hujan sehingga meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, gagal panen, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG memprediksi peluang terjadinya El Nino pada 2026 berada pada kategori lemah hingga moderat, dengan kemungkinan berlangsung hingga awal tahun 2027. Dampak paling signifikan diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga Oktober 2026, ketika sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau.

Seiring meningkatnya ancaman tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat langkah-langkah mitigasi, antara lain melalui pemantauan kondisi cuaca secara berkala, penyediaan cadangan air bersih, pengelolaan sumber daya air secara efisien, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Menghadapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi secara bersama-sama.

Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Bahron Bakti, ST., MT., menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan faktor utama dalam mengurangi risiko bencana selama periode El Nino.

“Fenomena El Nino harus menjadi perhatian kita bersama. Seluruh masyarakat di Aceh diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara bijaksana, serta menjaga lingkungan agar tetap terlindungi dari potensi kebakaran maupun kekeringan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan setelah bencana terjadi,” ujar Bahron Bakti di Banda Aceh.

Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Bahron Bakti, ST., MT

Ia juga mengimbau pemerintah kabupaten/kota, BPBD, aparat keamanan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi bencana. Menurut Bahron Bakti, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan masyarakat selama menghadapi dampak El Nino, antara lain:

1. Tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

2. Menghemat penggunaan air bersih serta memanfaatkan sumber air secara efisien.

3. Membersihkan lingkungan dari material mudah terbakar seperti rumput dan semak kering di sekitar permukiman.

4. Meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api, terutama di kawasan hutan, lahan gambut, dan perkebunan.

5. Melaporkan segera kepada aparat desa, BPBD, pemadam kebakaran, atau pihak berwenang apabila menemukan kebakaran agar dapat ditangani sejak dini.

6. Mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas.

“BPBA bersama BPBD kabupaten/kota terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi kering. Namun keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mematuhi imbauan pemerintah,” tambah Bahron Bakti.

BPBA juga mengingatkan bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan menjadi sektor yang paling rentan terhadap dampak El Nino. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi cuaca serta menerapkan langkah-langkah adaptasi guna meminimalkan potensi kerugian.

Melalui kesiapsiagaan yang dilakukan secara bersama, diharapkan dampak El Nino di Provinsi Aceh dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan aktivitas sosial maupun ekonomi tetap terjaga.

Khusus di wilayah Aceh, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi cuaca dan iklim resmi dari BMKG serta arahan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Kewaspadaan dini dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana yang dapat ditimbulkan oleh fenomena El Nino.

ya