BANDA ACEH – Penanews.co.id – Kapal perusak berpeluru Kendali USS Benfold (DDG-65) milik angkatan laut Amerika Serikat (AS) menghabiskan empat hari di Laut China Selatan tanpa daya setelah mengalami kerusakan mesin, demikian yang dilaporkan USNI News.
Melansir deri USNI news, USS Benfold mengalami kerusakan teknis yang mengakibatkan hilangnya daya bulan lalu, kata Komandan Matthew Comer, juru bicara Armada ke-7 AS, dalam sebuah pernyataan.
“Pada tanggal 24 Juli 2026, saat melakukan operasi rutin di Indo-Pasifik, kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke USS Benfold (DDG 65) melaporkan kerusakan mesin yang melibatkan generatornya, menyebabkan hilangnya daya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
“Tidak ada cedera pada awak kapal, yang menunjukkan ketahanan, ketabahan, profesionalisme, dan ketenangan yang tak tergoyahkan dalam respons mereka,” lanjutnya
Hilangnya aliran listrik berarti para pelaut tidak memiliki fasilitas dapur, toilet, dan pendingin udara. Air minum juga terpengaruh, kata Comer. Dia tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana para pelaut menangani limbah.
Menurut Armada ke-7, Gugus Tempur Kapal Induk George Washington mendukung kapal perusak tersebut. USS Robert Smalls (CG-62), kapal penjelajah yang tergabung dalam Gugus Tempur Kapal Induk George Washington, membantu menyediakan makanan untuk awak kapal, kata Comer.
Kapal tunda kontraktor menarik Benfold ke Teluk Subic di mana kapal tersebut disambut oleh personel dari Fasilitas Perbaikan Kapal – Pusat Pemeliharaan Regional Jepang pada tanggal 28 Juli, dengan awak kapal menerima penginapan yang dikontrak di luar kapal pada hari berikutnya. Listrik dipulihkan pada tanggal 30 Juli, kata Comer.
Semua perbaikan selesai pada tanggal 7 Agustus ketika kapal menyelesaikan perpindahan tempat berlabuh untuk pengisian bahan bakar. Kapal perusak itu meninggalkan Teluk Subic pada tanggal 8 Agustus.
USS Benfold , yang sebelumnya berlayar bersama Gugus Tempur Kapal Induk George Washington, tiba di Yokosuka, Jepang, pada hari Kamis, menurut pengamat kapal. Kapal itu tidak melintasi Selat Malaka bersama kapal-kapal lain dari Gugus Tempur Kapal Induk George Washington, yang kemungkinan besar menuju Timur Tengah.
Kapal tersebut saat ini berada di pelabuhan Yokosuka, kata Comer.
Angkatan Laut sedang menyelidiki penyebab kegagalan mesin tersebut.






