BANDA ACEH – Penanews.co.id – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan Modernisasi tidak boleh membuat kita kehilangan identitas keislaman dan kebudayaan asli Ace, tradisi tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Pernyataan ini disampaikan Illiza saat membuka secara resmi Dialog Etnik Dalam Dinamika atau *Dedikasi Volume I* yang diselenggarakan Komunitas Peduli Etnik Aceh (KPEA), di Panggung Ampi Theater, Gedung Museum Tsunami Aceh, Minggu (30/8/2026).
Dialok yang mengusung tema “Menjaga Tradisi, Merangkul Modernitas”, forum ini mengangkat fokus khusus mengenai upacara perkawinan adat Aceh di era modern. Dedikasi hadir sebagai ruang diskusi terbuka untuk menyelaraskan nilai-nilai adat warisan leluhur dengan dinamika perkembangan zaman.
“Modernisasi tidak boleh membuat kita kehilangan identitas keislaman dan kebudayaan asli Aceh. Forum ini penting agar tradisi tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman,” ujar Illiza dalam sambutannya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KPEA bersama Majelis Adat Aceh (MAA), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, dan Komisi VII DPRA.

Tidak hanya diskusi, Dedikasi Vol. I juga menghadirkan pameran “Pesona Perlengkapan Upacara Pernikahan Adat Aceh” serta Panggung Dedikasi yang menampilkan prosesi perkawinan adat Aceh secara langsung kepada publik.
Lebih dari sekadar seminar, forum ini diarahkan menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya regulasi dan pedoman resmi terkait penyelenggaraan perkawinan di Aceh yang berakar pada adat dan syariat.
Melalui Dedikasi, diharapkan adat perkawinan Aceh dapat terus dijaga eksistensinya di tengah modernisasi, tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Aceh.[]







