Rapim Partai Aceh 2026, Dr.Teuku Rasyidin Dorong Kebijakan Strategis dan Konsolidasi untuk Jawab Persoalan Rakyat

by
by
Dr. Teuku Rasyidin, S.H., M.H.

BANDA ACEH – Penanews.co.id –  Ketua Pelaksana Rapat Pimpinan (Rapim) Partai Aceh 2026, Dr. Teuku Rasyidin, S.H., M.H., menegaskan bahwa forum Rapim harus menjadi ruang penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus melahirkan kebijakan strategis yang mampu menjawab persoalan masyarakat Aceh. Rapim digelar di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Jumat (18/9/2026), dan diikuti jajaran pimpinan, kader, serta berbagai unsur undangan.

Dalam laporannya, Teuku Rasyidin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi. Menurutnya, Rapim harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja partai, menyatukan arah perjuangan, serta merumuskan langkah konkret yang dapat memperkuat posisi Partai Aceh dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Forum itu juga diikuti pengurus DPP, pimpinan DPW, Ketua KPA Wilayah, anggota DPRA dan DPRK, serta unsur organisasi partai lainnya.

Rasyidin menekankan bahwa konsolidasi internal harus berjalan beriringan dengan kemampuan partai membaca persoalan publik. Karena itu, keputusan yang dihasilkan dari Rapim diharapkan tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga memiliki orientasi yang jelas terhadap pembangunan, pelayanan masyarakat, dan penyelesaian berbagai persoalan yang berkembang di Aceh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pimpinan DPR Aceh, perwakilan Polda Aceh, unsur TNI, kejaksaan, kader Partai Aceh, anggota DPRA dan DPRK kabupaten/kota, tokoh masyarakat, simpatisan, serta kader dari berbagai daerah.

Kehadiran lintas unsur tersebut, menurut Rasyidin, menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, kebersamaan, dan dukungan terhadap pelaksanaan agenda politik yang tertib dan konstruktif.

Rasyidin juga menyebut salah satu target politik yang dibicarakan dalam konsolidasi adalah peningkatan jumlah kursi Partai Aceh di DPR Aceh pada pemilu mendatang hingga 40 kursi.

“Saat ini Partai Aceh memiliki 20 kursi di DPRA periode 2024–2029, sehingga target tersebut menggambarkan ambisi untuk memperluas kekuatan politik sekaligus memperkuat basis dukungan di berbagai daerah,” tegas Rasyidin.

Ia berharap seluruh rangkaian Rapim dapat berjalan lancar dan menghasilkan rumusan yang benar-benar dapat ditindaklanjuti.

Rasyidin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung kegiatan, termasuk jajaran pimpinan, panitia, aparat keamanan, anggota legislatif, tokoh masyarakat, serta seluruh kader dan simpatisan.

Keberhasilan Rapim harus diukur bukan hanya dari terselenggaranya forum, tetapi dari sejauh mana hasilnya mampu memperkuat organisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, pungkasnya.

ya