Warga Balohan Kompak Bersihkan Dua Pemakaman, Gotong Royong Jadi Ruang Pererat Silaturahmi

by

BALOHAN – Penanews.co.id – Semangat kebersamaan warga Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, kembali terlihat dalam kegiatan gotong royong massal yang digelar pada Minggu, 20 September 2026.

Dipimpin langsung Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, S.Sos., masyarakat secara bersama-sama membersihkan dua kawasan pemakaman, yakni pemakaman lama di kawasan Lamkuta dan pemakaman baru di Jurong Mata Ie.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Pemerintah Gampong Balohan dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kawasan pemakaman sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Sejak pagi, warga terlihat bergotong royong membersihkan semak belukar, memotong rumput, serta merapikan lingkungan di sekitar makam.

Keuchik Balohan, Abdullah Imum, mengatakan kegiatan gotong royong merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah gampong bersama masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan gotong royong ini rutin kita laksanakan sebagai bagian dari program gampong untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Abdullah.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan gampong. Dengan semangat kebersamaan, pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama dapat terasa lebih ringan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan.

GOTONG ROYONG BUKAN SEKADAR MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan aktivitas membersihkan kawasan pemakaman. Di sela-sela kegiatan, warga juga memanfaatkan kesempatan untuk bersilaturahmi, berdiskusi dan saling berbagi cerita.

Tuha Peut Bidang Kepemudaan Gampong Balohan, Hendri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengingatkan bahwa gotong royong memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pekerjaan fisik.

Menurutnya, setiap warga memiliki bentuk kontribusi yang berbeda. Tidak semua orang harus terlibat dengan tenaga, terutama warga yang sudah lanjut usia.

“Gotong royong ini bukan hanya tentang bekerja. Ini juga menjadi momen silaturahmi. Bagi warga yang sudah lanjut usia, kehadiran, dukungan, motivasi, dan nasihat mereka tetap sangat berarti,” katanya.

Hendri menilai, keberadaan warga dalam kegiatan bersama seperti ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

ANTUSIASME WARGA JADI KEKUATAN GAMPONG

Sementara itu, Ulee Jurong Mata Ie, M. Nasir, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, banyaknya warga yang hadir menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masih menjadi bagian kuat dari kehidupan masyarakat Gampong Balohan.

“Antusiasme masyarakat sangat besar. Ini membuktikan bahwa warga peduli terhadap kebersihan lingkungan gampong, khususnya kawasan pemakaman,” ujar M. Nasir.

Hal senada disampaikan Ulee Jurong Lamkuta, Nazari. Ia menyambut baik partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pemakaman yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat.

Nazari menilai, perhatian terhadap kebersihan pemakaman bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan penghormatan masyarakat terhadap mereka yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia.

Di tengah kesibukan membersihkan kawasan pemakaman, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat tentang kehidupan setelah dunia.

GOTONG ROYONG MENJADI MEDIA KOMUNIKASI WARGA

Salah seorang tokoh masyarakat Lamkuta, Alimuddin, menilai tradisi gotong royong memiliki manfaat sosial yang sangat besar bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan bersama seperti itu dapat menjadi ruang komunikasi yang sederhana, tetapi efektif dalam mempererat hubungan antarmasyarakat.

“Selain membantu menyukseskan program Keuchik Balohan dalam bidang kebersihan, gotong royong juga menjadi media komunikasi yang sangat murah dan efisien. Warga dapat saling bertemu, berbincang, dan mempererat hubungan emosional,” kata Alimuddin.

Ia berharap kegiatan gotong royong dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Gampong Balohan.

Menurutnya, lingkungan yang bersih hanyalah salah satu hasil dari kegiatan tersebut. Lebih dari itu, gotong royong mampu merawat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, membangun ukhuwah Islamiah, serta menciptakan komunikasi yang lebih dekat antara masyarakat dan pemerintah gampong.

Semangat warga Balohan membersihkan dua kawasan pemakaman itu pun menjadi gambaran bahwa pembangunan gampong tidak selalu harus dimulai dari pekerjaan besar. Kepedulian terhadap lingkungan, kehadiran warga, dan kemauan untuk bekerja bersama juga merupakan kekuatan penting dalam membangun gampong.

Bagi masyarakat Balohan, gotong royong bukan sekadar membersihkan rumput dan semak di sekitar makam. Di dalamnya ada silaturahmi, kepedulian, penghormatan kepada para pendahulu, sekaligus pengingat bahwa pada akhirnya setiap manusia akan kembali ke tempat yang sama.[]

ya