Jatuh Cinta dengan Indonesia, Taisei Marukawa Kejar Mimpi Besar untuk Bela Timnas Garuda

by

JAKARTA – Penanews.co.id – Nama Taisei Marukawa kembali menjadi sorotan sepak bola Indonesia. Lima tahun menetap di Indonesia membuat Marukawa jatuh cinta pada Tanah Air. Kini, pemain asal Hiroshima, Jepang, itu bertekad menapaki babak baru dalam kariernya dengan mengurus proses naturalisasi demi mewujudkan mimpi mengenakan seragam Timnas Indonesia.

Taisei memilih untuk tidak menjelaskan secara terperinci mengenai tahapan yang sedang dijalaninya. Namun, ia memastikan bahwa proses tersebut terus berjalan dan dirinya masih menantikan perkembangan berikutnya.

“Saya tidak bisa menjelaskan secara rinci mengenai prosesnya, tetapi saya sudah menyerahkan dokumen yang diperlukan dan saat ini masih menunggu persetujuan,” ujar Taisei dikutip Penanews.co.id dari situs resmi Dewa United, Jumat (9/10/2026).

Pemain Dewa United berusia 29 tahun tersebut mengaku keinginannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) bukan sekadar urusan karier sepak bola. Keramahan masyarakat dan kenyamanan hidup di Indonesia menjadi alasan kuat yang mendorongnya mengambil langkah tersebut.

“Saya sudah tinggal di Indonesia selama lima tahun dan benar-benar jatuh cinta dengan negara ini. Semua orang sangat ramah, dan menghabiskan waktu di Indonesia membuat saya merasa bahagia,” kata Taisei,

Di balik proses naturalisasi yang tengah dijalaninya, Taisei menyimpan ambisi besar. Ia ingin mendapat kesempatan membela Merah Putih dan menjadi bagian dari perjuangan Timnas Indonesia di level internasional.

Baginya, mengenakan seragam Garuda akan menjadi kehormatan sekaligus pencapaian istimewa dalam perjalanan sepak bolanya. Taisei pun berharap dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya untuk memperkuat sektor sayap skuad Garuda.

“Impian terbesar saya adalah menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia. Bisa bermain untuk Indonesia akan menjadi sebuah kehormatan yang sangat besar bagi saya,” tuturnya.

Taisei menegaskan, kedekatannya dengan Indonesia tumbuh dari pengalaman hidup selama lima tahun. Ia merasa diterima oleh masyarakat dan menganggap Indonesia bukan hanya tempat untuk mencari nafkah sebagai pesepak bola, tetapi juga negara yang memberinya kebahagiaan.

“Saya sangat menyukai kebaikan dan keramahan masyarakat Indonesia. Karena itulah saya sangat nyaman untuk tinggal di sini,” tutur pemain bernomor punggung 11 tersebut.

Di atas lapangan, Taisei juga berusaha menunjukkan kualitasnya bersama Dewa United. Dari empat pertandingan yang telah dijalaninya di Super League musim ini, ia mencatatkan satu gol dan empat assist. Catatan tersebut menjadi bukti kontribusinya dalam membantu serangan tim.

Sebelum bergabung dengan Dewa United, Taisei lebih dahulu mencuri perhatian saat memperkuat PSIS Semarang. Selama dua musim bersama Mahesa Jenar, ia tampil dalam 70 pertandingan dengan torehan 12 gol dan 20 assist.

Statistik Marukawa dari Persebaya hingga Dewa United

Dikutip dari berbagai sumber, Perjalanan Marukawa di sepak bola Indonesia bukanlah kisah tentang pemain bintang yang datang dengan reputasi mentereng.

Pria asal negeri matahari terbit itu membangun namanya dari bawah, setelah sempat berkelana ke sejumlah klub kecil di Eropa. Senglea Athletic dan Valletta di Malta, serta Noah Jurmala di Latvia, menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum akhirnya menemukan panggung besar bersama Persebaya Surabaya.

Kesempatan yang terbatas di Jepang membuat Marukawa mencoba peruntungan di Eropa. Namun, siapa sangka, keputusannya melanjutkan karier ke Indonesia justru menjadi titik balik yang mengubah perjalanan profesionalnya.

Tanpa label pemain mahal atau nama besar, Marukawa langsung menyihir publik sepak bola Tanah Air. Kecepatan, kelincahan, dan keberaniannya menusuk pertahanan lawan membuat pemain sayap tersebut menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya.

Dengan bola di kaki, Marukawa kerap memperlihatkan kemampuan menggiring bola melewati pemain bertahan. Ia mampu menusuk ke kotak penalti untuk melepaskan tembakan atau mengirimkan umpan matang kepada rekan setim yang berada dalam posisi lebih menguntungkan.

Ledakannya bersama Persebaya pada musim Liga 1 2021/2022 menjadi bukti nyata kualitasnya. Marukawa mencatatkan 17 gol dan 10 assist, sebuah kontribusi impresif yang mengantarkannya meraih penghargaan Pemain Terbaik Liga 1 musim tersebut.

Penampilan gemilang itu bukan hanya mengangkat namanya, tetapi juga ikut membuka jalan bagi semakin banyak pemain Jepang untuk meramaikan kompetisi sepak bola Indonesia. Sejumlah nama seperti Renshi Yamaguchi, Ryota Noma, Sho Yamamoto, Ryo Matsumura, Kenzo Nambu, hingga Mitsuru Maruoka kemudian turut mewarnai persaingan antarklub di Tanah Air.

Namun, perjalanan Marukawa bersama Persebaya ternyata tak berlangsung lama. Setelah hanya semusim memperkuat Bajul Ijo, ia membuat keputusan mengejutkan dengan menerima pinangan PSIS Semarang. Kepindahan tersebut disebut-sebut dipengaruhi tawaran kontrak yang lebih menggiurkan, meski alasan itu tidak dapat dipastikan secara independen.

Bersama PSIS, Marukawa tetap memberikan kontribusi, tetapi statistiknya tak lagi setajam saat berseragam Persebaya. Pada musim pertamanya bersama klub asal Semarang tersebut, ia membukukan tujuh gol dan tujuh assist.


Memasuki musim kedua bersama PSIS Semarang, ketajaman Taisei Marukawa kembali mengalami penurunan. Pemain asal Jepang itu hanya mampu membukukan empat gol dan tujuh assist. Catatan tersebut semakin jauh dari pencapaian impresifnya saat pertama kali mengguncang Liga 1 bersama Persebaya Surabaya.

Setelah dua musim berseragam PSIS, Marukawa kembali mengambil langkah baru dengan bergabung ke Dewa United. Namun, kepindahan tersebut belum mampu mengembalikan performa terbaiknya seperti ketika menjadi andalan Bajul Ijo.

Pada musim pertamanya bersama Dewa United di Liga 1 2024/2025, Marukawa mencatatkan empat gol dan delapan assist. Produktivitasnya kembali merosot pada Super League 2025/2026, ketika ia hanya mampu mengemas tiga gol dan empat assist.

Kini, Marukawa memasuki musim ketiganya bersama Dewa United di Super League 2026/2027. Meski kompetisi baru berjalan empat pekan, ia sudah menyumbangkan satu gol dan empat assist. Catatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya dalam membangun serangan masih menjadi bagian penting dari permainan tim.

Di tengah statistik gol dan assist yang cenderung menurun sejak meninggalkan Persebaya, ada satu hal yang tetap menonjol dari perjalanan Marukawa di Indonesia: konsistensi menit bermainnya. Ia terus mendapat kepercayaan untuk tampil, meskipun produktivitasnya tidak lagi setinggi pada musim debutnya.

Bersama Persebaya, Marukawa mencatatkan 32 penampilan. Setelah pindah ke PSIS, ia tampil dalam 33 pertandingan. Sementara itu, pada musim pertamanya bersama Dewa United, ia bermain penuh dalam 34 laga, sebelum mencatatkan 28 penampilan pada musim berikutnya.

Rangkaian angka tersebut memperlihatkan bahwa Marukawa tetap menjadi pemain yang diperhitungkan oleh klub-klub yang dibelanya. Kepercayaan dari pelatih menjadi modal penting bagi pemain kelahiran 1997 itu untuk terus bersaing di tengah ketatnya kompetisi sepak bola Indonesia.

Kini, setelah lima tahun berkarier di Indonesia, Marukawa kembali menjadi perhatian dengan langkah yang berpotensi mengubah perjalanan kariernya. Pengurusan naturalisasi menjadi WNI membuka babak baru bagi pemain yang pernah bersinar sebagai salah satu bintang Liga 1 tersebut.

Jika proses perpindahan kewarganegaraannya berjalan sesuai ketentuan dan ia memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku, peluang membela Timnas Indonesia bisa menjadi tantangan berikutnya. Dari perjalanan panjang di Eropa hingga panggung sepak bola Indonesia, Marukawa kini membidik kesempatan untuk mengenakan seragam Merah Putih.

Namun, kesempatan mengenakan seragam Merah Putih tetap bergantung pada pemenuhan ketentuan kewarganegaraan dan persyaratan kelayakan bermain untuk tim nasional.[]

ya