BANDA ACEH – Penanews.co.id – Suasana aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (21/10/2026), diwarnai lantunan Shalawat Badar yang digaungkan aparat kepolisian saat situasi di lokasi aksi mulai memanas.
Lantunan shalawat tersebut menjadi pendekatan humanis aparat kepolisian dalam menghadapi massa yang menyampaikan aspirasi di depan pusat pemerintahan Aceh.
Di tengah meningkatnya tensi aksi, personel kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi memilih mengumandangkan Shalawat Badar menggunakan mobil pengeras suara sebagai pesan kesejukan, sekaligus upaya meredam ketegangan agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teguh Priyabodo Nugroho, mengatakan pendekatan religius melalui lantunan shalawat ini memperlihatkan sisi humanis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya ketika menghadapi dinamika penyampaian aspirasi di ruang publik.
Shalawat Badar yang memiliki kedekatan dengan kehidupan religius masyarakat Aceh menjadi simbol ajakan untuk menjaga kedamaian di tengah perbedaan pandangan, ujarnya.
Momentum tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pengamanan aksi unjuk rasa tidak semata-mata dilakukan melalui kesiapsiagaan personel, tetapi juga dapat mengedepankan pendekatan persuasif dan nilai-nilai kearifan lokal.
Di sisi lain, kata KBP Teguh, kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin undang-undang. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketertiban dan keselamatan bersama.
Lantunan Shalawat Badar di tengah aksi yang memanas itu pun menjadi salah satu momen menarik dalam pengamanan demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh.[]







