Kironlogis Penggerebekan 2 Pesantren oleh Polisi, Sekretaris Ponpes; Pemeriksaan tidak Ada Kaitan dengan Dugaan Kasus

by

SUKOHARJO – Penanews.co.id – Suaranya memecah keheningan dini hari. Sekitar pukul 03.20 WIB, Selasa, aparat gabungan Polda Jawa Tengah bergerak menggerebek dua pondok pesantren di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar.

Penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian itu berlangsung ketika sebagian besar penghuni masih terlelap

Operasi itu diduga berkaitan dengan kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Parangjoro, Grogol, Sukoharjo, yang terjadi September lalu.

Penggerebekan serentak tersebut menyasar sebuah pondok pesantren di Dukuh Laban Wetan, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, serta satu pondok pesantren lainnya di Dusun Temuireng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Di lokasi Sukoharjo, aparat sempat memeriksa 12 santriwati dan empat ustazah. Pemeriksaan terhadap belasan penghuni ponpes itu menjadi bagian dari penelusuran polisi terkait dugaan keterkaitan dengan kasus yang menghebohkan tersebut. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, seluruh santriwati dan ustazah itu diperbolehkan pulang.

Melansir Liputan6, Kapolda Jateng Irjen. Pol. Roy Hardi Siahaan memimpin langsung operasi tersebut. Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena membenarkan penggeledahan sebagai bagian dari penyidikan perkara Warung Mi dan Babi Tepi Sawah.

“Yang di Laban sekitar 15 orang, baik di bawah umur maupun dewasa semua kita mintai keterangan sebagai saksi,” kata Andika, Rabu .

Sekretaris Ponpes Laban Wetan, Diyana Indah Sari, menuturkan detik-detik penggerebekan di asrama santriwati. Menurutnya, total ada 12 santriwati dan 4 ustazah yang kemudian dibawa petugas untuk pemeriksaan.

“Pukul 03.20 WIB dimulai. Pukul 03.51 WIB, para santriwati dibawa ke Polsek Mojolaban untuk diinterogasi. Sekitar pukul 10.00 dipindahkan ke Polres Sukoharjo untuk interogasi lanjutan,” kata Diyana, Kamis .

Ia menilai proses tanya jawab yang berlangsung berjam-jam tidak berkaitan langsung dengan perkara pembakaran warung.

Diyana menyebut materi pemeriksaan justru menggali aktivitas keseharian di pondok.

“Pertanyaan pertama mengenai identitas santri, kemudian kegiatan santri selama di pondok, kemudian ditanya mengenai apa aja pelajaran yang dipelajari di pondok,” kata Diyana.

Diyana mengatakan hasil pemeriksaan tidak menemukan kaitan para santri maupun pengajar dengan kasus yang disidik.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga seluruh ustazah dan santriwati dipulangkan,” ujar Diyana.

Ia juga meluruskan bahwa ponpes yang digeledah di Karanganyar berbeda pengelola dengan Ponpes Laban Wetan meski penggerebekan berlangsung hampir bersamaan.

“Para santriwati kini telah kembali ke pondok,” pungkasnya.

ya