Aceh Raih Empat Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional 2026, ini Deretan Penerimanya

by
Prosesi penyerahan penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni kepada para penerima penghargaan, di Auditorium Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta, Kamis (13/8/2026).| Foto Ist

BANDA ACEH- Penanews.co.id – Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih empat penghargaan dalam ajang Wana Lestari Tingkat Nasional Kementerian Kehutanan Tahun 2026.

Empat penghargaan tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat, penyuluh kehutanan, serta pegiat pemulihan lahan kritis yang dinilai berkontribusi dalam pengelolaan hutan, pelestarian lingkungan, dan pemulihan lahan.

Prestasi tertinggi diraih HKm Tuah Sejati Gampong Pudeng, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, yang ditetapkan sebagai Terbaik I kategori Pemegang Persetujuan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm).

HKm Tuah Sejati merupakan kelompok masyarakat yang mendapat pendampingan dan pembinaan dari UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh.

Penghargaan lainnya diraih Fauzah, S.Hut., M.P., yang memperoleh Juara Harapan I kategori Penyuluh Kehutanan PNS. Fauzah merupakan Penyuluh Kehutanan pada UPTD KPH Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh.

Selanjutnya, Muhammad Ali meraih Juara Harapan I kategori Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Ia merupakan PKSM di bawah pembinaan UPTD KPH Wilayah V Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh.

Sementara itu, Zakaria dari Gampong Riting, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, meraih Terbaik III kategori Pegiat Pemulihan Lahan Kritis.

Penyerahan penghargaan Wana Lestari Tahun 2026 berlangsung di Auditorium Gedung Manggala Wana Bakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, didampingi Wakil Menteri Kehutanan, Sekretaris Jenderal, serta sejumlah pejabat eselon I Kementerian Kehutanan.

Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi masyarakat dan penyuluh kehutanan Aceh dalam menjaga kelestarian hutan, mengelola sumber daya secara berkelanjutan, serta memulihkan lahan yang mengalami kerusakan.

Keberhasilan empat penerima penghargaan juga menunjukkan bahwa upaya pelestarian hutan di Aceh tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi turut digerakkan masyarakat dan tenaga pendamping di tingkat lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., serta Kepala UPTD KPH Wilayah I Aceh Teuku Kamaruzzaman Syah, S.Hut., M.P.

Empat penghargaan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Aceh sekaligus diharapkan dapat mendorong penguatan pengelolaan hutan, pemulihan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.[]

ya