Anggota Parlemen Uni Eropa ‘Mendesak’ Penyelidikan atas Pembantaian Siswi Minab oleh AS dan Israel

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Seorang anggota parlemen Eropa menyerukan penyelidikan atas pembantaian siswi-siswi Minab yang dilakukan AS-Israel, dengan mengatakan bahwa itu kemungkinan besar merupakan serangan yang direncanakan.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan 168 anak-anak dan guru dalam serangan udara di Sekolah Minab di Iran selatan pada hari pertama perang.

“Serangan terhadap sekolah di Minab harus diselidiki,” kata Milan Uhrik, anggota Parlemen Eropa dilansir Penanews.co.id dari Press TV Minggu (09/05/2026).

Berbicara di sebuah unjuk rasa pemakaman bertema “Malaikat Minab,” yang diadakan di luar kedutaan besar Iran di Brussels, anggota parlemen Eropa itu mengatakan bahwa ia menduga serangan itu dilakukan dengan sengaja.

Uhrik mengatakan bahwa sudah jelas bagi semua orang apa yang mampu dilakukan oleh rezim Israel.

Dia menyebut genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sebagai contoh dari apa yang dilakukan pasukan rezim Israel terhadap warga sipil.

Uhrik mengatakan bahwa serangan yang menargetkan anak-anak, perempuan, dan orang tua Lebanon adalah contoh lain dari kebrutalan pasukan Israel.

Uhrik mengatakan bahwa Israel mampu menyerang warga sipil, mengintimidasi orang, menyebarkan ketakutan di antara penduduk, dan dengan demikian mencoba memenangkan perang dengan cara apa pun, seraya menegaskan kembali bahwa serangan terhadap sekolah Minab bisa jadi merupakan serangan yang direncanakan dan harus diselidiki.

Menurut Uhrik, serangan udara terhadap sekolah Minab merupakan kejahatan perang, dan Uni Eropa serta negara-negara Eropa seharusnya tidak terlibat dalam tindakan kriminal semacam itu.

Dia mengatakan bahwa dia telah mengirim surat kepada Komisi Eropa mengenai hal ini.

Politisi Slovakia itu mengecam Komisi Eropa dan para pemimpin Eropa karena menerapkan standar ganda terhadap kejahatan semacam itu.

Dia mengatakan bahwa orang Eropa mencoba menghindari penyelidikan terhadap kejahatan-kejahatan ini karena mereka lemah, menambahkan bahwa para pemimpin Eropa tidak mampu menunjukkan perlawanan terhadap kebijakan agresif yang didikte oleh Washington dan Tel Aviv.

Namun, perang terhadap Iran memicu kecaman internasional yang meluas dan mengungkap keretakan yang dalam dalam aliansi Barat.

Sekitar 50 aktivis datang untuk menyatakan solidaritas mereka dengan rakyat Iran selama unjuk rasa pemakaman di Brussels.[]