BANDA ACEH – Penanews.co.id – BMKG memprediksi sebagian besar zona musim akan alami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dari biasanya di tahun ini, hal ini disampaikan oleh
“Berdasarkan pantauan terbaru BMKG, fenomena El Nino diprediksi akan bertahan hingga awal 2027. Efeknya? Musim kemarau kita bakal terasa lebih kering dan lebih panjang dari biasanya, dengan puncaknya di bulan Juli-September 2026,” tulis BMKG melalui akun instagramnya @infobmkg
Banyak orang bertanya bila Elnino datang kita harus gimana?
Yuk Kenali Apa Itu El Nino?
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada perubahan pola iklim global. Di Indonesia, El Nino umumnya menyebabkan berkurangnya curah hujan, sehingga musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering.
“Hingga pembaruan awal April, El Nino yang diprediksi akan terjadi pada semester kedua 2026, kemungkinan besar terjadi dengan intensitas lemah hingga moderate. Terdapat peluang kecil (<20 %) bahwa El Nino dapat mencapai level intensitas kuat,” sebut BMKG
Menurut BMKG Agustus Jadi Puncak Kemarau 2026,”BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih cepat di sebagian besar wilayah Indonesia dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus”.
Dengan durasi yang lebih panjang dan curah hujan yang lebih sedikit dibanding normalnya, masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama di daerah rawan kekeringan.
Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca
Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan BMKG melakukan berbagai langkah pencegahan. Salah satunya adalah pembasahan kembali (rewetting) lahan gambut menggunakan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Upaya ini dilakukan dengan menyemai awan menggunakan bahan tertentu agar menghasilkan hujan. OMC ini bertujuan untuk menjaga kelembapan lahan gambut sehingga potensi kebakaran bisa dikurangi.
Apa yang Harus Kita Lakukan?
1. Hemat Air Sekarang Juga!
Gunakan air secara bijak dan efisien untuk keperluan sehari-hari.
2. Panen Air Hujan. Selagi masih ada hujan turun, tampung air dalam tandon atau embung untuk cadangan di puncak kemarau.
3. Stop Pembakaran Lahan!
Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun apinya, bisa menjadi bencana besar di musim kering.
4. Jaga Kesehatan
Gunakan masker jika polusi debu meningkat dan pastikan asupan air putih tercukupi di cuaca panas ekstrem.





