Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas $103/barel Usai Trump Umumkan Memblokade Selat Hormuz

by -5 Views

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Harga minyak global melonjak setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan memberlakukan blokade di Selat Hormuz, jalur air strategis yang dilalui sekitar 20 persen minyak dunia. 

Minyak mentah Brent, patokan harga minyak internasional, naik lebih dari 8 persen dan melampaui $103 per barel—pertama kalinya harga minyak tersebut melewati $100 per barel sejak Selasa, ketika sempat diperdagangkan di atas $111 per barel.

Ancaman Trump muncul hanya beberapa jam setelah negosiasi maraton antara Iran dan Amerika Serikat di ibu kota Pakistan berakhir tanpa terobosan. 

Trump juga mengklaim bahwa setiap kapal yang telah membayar tol kepada Iran akan dihentikan di perairan internasional.

Namun, Komando Pusat AS kemudian mengklarifikasi bahwa hanya kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran yang akan dibatasi, yang menandakan interpretasi yang lebih sempit terhadap blokade tersebut.

Langkah tersebut dijadwalkan mulai berlaku Senin pukul 10 pagi Waktu Bagian Timur (14:00 GMT).

Harga minyak telah mengalami fluktuasi dramatis sejak agresi AS-Israel terhadap Iran menyebabkan Teheran memberlakukan pembatasan sebagian terhadap pengiriman di selat tersebut — jalur vital bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam dunia.

Angkatan Laut IRGC telah mengumumkan bahwa selat tersebut “tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel,” ungkapnya dikutip Press TV, Senin (13/04/1026)

Teheran mengizinkan kapal-kapal yang melayani negara-negara sahabat untuk lewat, sementara melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara-negara agresor dan para pendukungnya.

Parlemen Iran telah memajukan rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit dalam mata uang nasional dan secara eksplisit melarang kapal-kapal AS dan Israel.

Setelah mencapai angka di atas 119 bulan lalu, harga minyak mentah Brent turun di bawah 92 pekan lalu ketika Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu setelah lebih dari enam minggu perang.

Meskipun Iran telah mengizinkan sejumlah kecil kapal yang telah disetujui sebelumnya untuk melintasi selat tersebut, pergerakan secara keseluruhan tetap sangat terbatas. 

Menurut perusahaan analisis maritim Windward, hanya 17 kapal yang melewati jalur air tersebut pada hari Sabtu, dibandingkan dengan rata-rata sekitar 130 penyeberangan harian sebelum agresi AS-Israel.  

Gencatan senjata sementara secara resmi berlaku hingga 22 April.[]

ya