JAKARTA – Penanews.co.id – Ketua Dewan Pembina Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI), Joao Angelo De Sousa, menegaskan bahwa koperasi harus menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII AMKI Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Mengusung tema *”Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” dengan subtema “Menunjang Ekonomi Kerakyatan”, Rakernas VIII AMKI menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah transformasi koperasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Selain menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina AMKI, Joao juga merupakan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara. Dalam pandangannya, koperasi tidak lagi dapat diposisikan hanya sebagai badan usaha tradisional, melainkan harus menjadi instrumen strategis yang mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Koperasi merupakan wadah pemberdayaan rakyat yang memiliki potensi besar untuk menciptakan pemerataan ekonomi. Dengan tata kelola yang baik, inovasi, dan pemanfaatan teknologi, koperasi dapat menjadi tulang punggung pembangunan nasional,” ujar Joao.
Dalam kesempatan tersebut, Joao juga mengangkat diskusi kebangsaan bertajuk “Is The Prabowo Mind Wrong?”, yang membahas arah pemikiran Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan UMKM sebagai fondasi menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Menurutnya, cita-cita mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional harus dibangun dari kekuatan masyarakat. Karena itu, koperasi perlu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, adaptif terhadap digitalisasi, serta mampu menjawab perubahan zaman.
Ia menilai generasi muda memiliki peran sentral dalam proses transformasi tersebut. Kehadiran anak muda di lingkungan koperasi diharapkan mampu menghadirkan inovasi, mempercepat digitalisasi, serta membangun budaya kewirausahaan yang lebih kompetitif.
Joao juga menekankan pentingnya memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pembiayaan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai sektor. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci agar koperasi mampu berkembang menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Rakernas VIII AMKI dihadiri oleh pengurus AMKI dari berbagai daerah, pelaku koperasi, akademisi, dan sejumlah pemangku kepentingan. Selain membahas program kerja organisasi, forum tersebut juga menghasilkan berbagai gagasan strategis untuk memperkuat posisi koperasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Melalui Rakernas VIII, AMKI berharap lahir rekomendasi yang mampu mempercepat modernisasi koperasi Indonesia sehingga semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, meningkatkan kesejahteraan anggota, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Berjaya.
Joao Angelo De Sousa menegaskan bahwa kebangkitan koperasi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menurutnya, ketika koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis inovasi, maka koperasi tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.[Rifqi]







