JAKARTA – Penanews.co.id – Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) yang merupakan terobosan baru untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar kembali produktif.
Program ini menjadi salah satu upaya Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pemberdayaan ekonomi dengan menggandeng kementerian terkait.
“Kenapa kami memiliki kepedulian terhadap pengangguran? Karena pengangguran berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas. Kami juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Desa,” kata Suyudi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas akan bekerja sama dengan perangkat desa untuk mendata dan mencari warga yang membutuhkan pekerjaan. Mereka kemudian akan mendapatkan pelatihan guna meningkatkan keterampilan sebelum disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Polri akan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dalam memberikan pembekalan, termasuk penguatan keterampilan nonteknis atau soft skill.
“Kami latihkan secara soft skill sehingga masyarakat yang pada hakikatnya ‘berkebutuhan’ dalam hal pekerjaan, itu bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi itu,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan diarahkan ke perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan Polri. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan.
Suyudi mengatakan, peluncuran Poliran akan dilakukan secara nasional. Saat ini, Polri masih mempersiapkan pelaksanaan program tersebut bersama kementerian dan pemerintah daerah.
Selain Kemenaker, Polri juga menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengoptimalkan pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah.
“Kami juga bekerja sama dengan Kemendagri karena nanti akan bersama dengan provinsi-provinsi. Di daerah masing-masing ada Balai Latihan Kerja (BLK). Itu yang nanti akan kami sinergikan,” ujarnya.
Melalui Poliran, Polri berharap masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan, termasuk mereka yang telah menjalani rehabilitasi narkoba, memiliki kesempatan untuk kembali bekerja dan menjalani kehidupan produktif.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi gangguan kamtibmas sekaligus menekan angka kriminalitas yang berkaitan dengan persoalan sosial dan ekonomi.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan, Poliran sejalan dengan program Kemendes PDT, yakni “12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia”.
“Jadi, akan kami sandingkan Poliran itu dengan desa-desa tematik. Kami punya program desa ekspor yang juga bisa menyerap tenaga kerja banyak. Kami punya program desa wisata juga menyerap tenaga kerja yang banyak dan menghasilkan uang yang banyak,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kerja di wilayah perdesaan. Program desa ekspor dan desa wisata, misalnya, dapat menjadi ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus membantu mengurangi pengangguran.[TBN]






