JAKARTA – Penanews.co.id — Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Anak Jokowi (Pajo), Fritz Alor Boy, mengimbau Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, agar tidak hadir langsung jika dipanggil sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan fitnah ijazah palsu yang melibatkan Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyassuma.
Menurut Fritz, Jokowi lebih baik menggunakan waktunya untuk berinteraksi dengan masyarakat daripada menghadiri persidangan di Jakarta.
Fritz mengaku sempat berada di Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat hendak menjalani agenda persidangannya sendiri.
Di lokasi tersebut, ia melihat banyak aparat kepolisian berjaga karena bertepatan dengan sidang terdakwa Tifauzia Tyassuma.
“Ternyata di depan itu ruang utama, sidang terdakwa Tifa soal ijazah Pak Jokowi. Para polisi banyak banget, banyak banget,” ujar Fritz dikutip penanews dari fajar.co.id, Senin (6/7/2026).
Minta Jokowi Tak Perlu Datang ke Pengadilan
Melihat kondisi tersebut, Fritz menyampaikan pesan kepada Jokowi agar tidak memenuhi panggilan sidang secara langsung apabila nantinya dimintai keterangan sebagai saksi.
Baginya, tidak ada alasan mendesak bagi Jokowi untuk datang ke Jakarta hanya demi memberikan kesaksian.
“Saya mau pesan kepada Pak Jokowi, Pak ngapain Bapak datang? Jadi kalau pada saat pemeriksaan saksi, Bapak kan nanti datang sebagai saksi. Tidak usah datang,” ucapnya.
Fritz menekankan bahwa Jokowi lebih dibutuhkan masyarakat, khususnya di luar Pulau Jawa dan Jakarta, yang disebutnya masih ingin bertemu dengan mantan kepala negara tersebut.
Ia menyarankan agar Jokowi memanfaatkan waktunya untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Merespons situasi tersebut, Fritz mengimbau Jokowi untuk tidak hadir secara langsung di persidangan andai nantinya dipanggil sebagai saksi.
Ia menilai tidak ada urgensi atau alasan yang cukup mendesak bagi mantan presiden tersebut untuk melakukan perjalanan ke Jakarta hanya demi memberikan keterangan di pengadilan.
“Saya mau pesan kepada Pak Jokowi, Pak ngapain Bapak datang? Jadi kalau pada saat pemeriksaan saksi, Bapak kan nanti datang sebagai saksi. Tidak usah datang,” ucapnya.
Fritz menekankan bahwa Jokowi lebih dibutuhkan masyarakat, khususnya di luar Pulau Jawa dan Jakarta, yang disebutnya masih ingin bertemu dengan mantan kepala negara tersebut.
Ia menyarankan agar Jokowi memanfaatkan waktunya untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Mending Bapak ke rakyat, undangan rakyat Bapak layani aja. Pergi mendengar aspirasi rakyat,” tukasnya.
Lanjut Fritz, masih banyak masyarakat di berbagai daerah yang ingin menyampaikan persoalan mereka secara langsung kepada Jokowi.
“Rakyat di luar Jawa atau luar Jakarta ini kangen dengan Bapak. Mending Bapak ke sana, mendengar aspirasi mereka. Melepas rindu, melepas kangen dengan mereka. Di sana banyak sekali persoalannya masyarakat ingin cerita ke Bapak,” imbuhnya.
Usulkan Kesaksian Lewat Zoom
Fritz juga berpendapat kehadiran fisik Jokowi di ruang sidang bukanlah suatu keharusan.
Menurut Fritz, kesaksian melalui konferensi video sudah cukup memenuhi kebutuhan persidangan.
“Jadi pada saat Bapak diperiksa, nggak usah datang, Bapak lewat Zoom aja,” jelasnya.
Lebih jauh, Fritz juga menyinggung Roy Suryo beserta tim kuasa hukumnya.Ia meminta Jokowi tidak menghiraukan pihak-pihak yang menginginkan kehadiran langsung di persidangan.
“Ngapain dengar permintaan atau yang koar-koar, si Roy Suryo yang terdakwa Roy Suryo, dan pengacara-pengacaranya,” tandasnya.
Karena itu, ia meminta Jokowi memberikan kesaksian secara daring apabila memang dibutuhkan oleh majelis hakim.
“Di dalam aturan, tidak ada yang memaksakan bahwa Bapak harus datang di Jakarta. Jadi Pak Jokowi tidak usah datang. Ngapain datang?,” terangnya.
Ia kembali menegaskan sikapnya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Hukum, Cyber dan UMKM serta Perkumpulan Anak Jokowi (Pajo).
“Saya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Hukum, Cyber dan UMKM, dan Perkumpulan Anak Jokowi atau Pajo, meminta Pak Jokowi jangan hadir di sidang,” tegasnya.
Fritz kembali menegaskan bahwa Jokowi sebaiknya memprioritaskan kegiatan bersama masyarakat.
“Jadi, kepada Pak Jokowi, jangan datang ya Pak, mending Pak ke masyarakat. Lihat masyarakat, masyarakat butuh Pak,” kuncinya.







