Kota Subulussalam Segera Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi, Anak Aceh Singkil Boleh Masuk

by

SUBUSSALAM – Penanews.co.id – Pemerintah Kota Subulussalam dibawah kepemimpinan M Rasyid atau yang akrab dengan sapaan Haji Rasyid Bancin (HRB ), akan segera menghadirkan fasilitas pendidikan baru lewat pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Proyek strategis ini direncanakan berdiri di wilayah Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib.

​Wali Kota HRB, menjelaskan bahwa penempatan SNT di Desa Lae Saga sengaja dilakukan demi memangkas jarak dengan wilayah perbatasan Kabupaten Aceh Singkil.

​Dengan lokasi yang strategis tersebut, akses sekolah ini tidak hanya terbatas bagi anak-anak asal Subulussalam saja. Para pelajar dari wilayah tetangga, seperti Kecamatan Singkohor dan Kota Baharu di Kabupaten Aceh Singkil, juga bisa dengan mudah mengenyam pendidikan di sana karena jaraknya yang terjangkau.

“Anak Aceh Singkil boleh sekolah di SNT, nanti dari Singkohor dan Kota Baharu dijemput,” ujar HRB, dilansir dari Serambinews.com, Kamis (14/5/2026).

Sekolah Nasional Terintegrasi segera dibangun di Subulussalam, berkat kegigihan HRB melakukan lobi secara maraton kepada Pemerintah Pusat. 

Sebelumnya tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan peninjauan lokasi SNT di Desa Lae Saga, Selasa (12/5/2026).

Usai mendampingi tim meninjau lokasi, Wali Kota Subulussalam, bersama Kepala BPMP Aceh, langsung terbang ke Jakarta untuk menyerahkan kelengkapan dokumen ke Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto.

Kegigihan HRB membuahkan hasil setelah pengecekan terhadap hasil verifikasi dan validasi lapangan serta dokumen usulan dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.

Lahan SNT yang disediakan seluas 21 hektar. Menurut informasi pembangunan direncanakan dimulai tahun ini dengan anggaran di atas Sekolah Rakyat yang tengah berjalan di Kota Subulussalam.

Pembangunan SNT di kota dengan slogan Sada Kata, itu tinggal menunggu surat keputusan penetapan pembangunan.

SNT merupakan model pendidikan yang menggabungkan jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu lokasi dan tata kelola terpadu. 

Sehingga menciptakan pembelajaran berkelanjutan.

Sekolah tersebut dirancang inklusif, modern, dan bebas pungutan atau gratis guna pemerataan mutu pendidikan. 

Hebatnya lagi saat verifikasi lapangan, Subulussalam, meraih skor bobot 4,5 dari tertinggi 5.

Skor ini menempatkan Subulussalam, sebagai satu-satunya daerah yang meraih nilai tertinggi dengan kategori sangat layak.

Sehingga Subulussalam, terpilih menjadi satu dari sebelas lokasi SNT yang dibangun tahun ini. 

Kepastian itu setelah Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto yang melakukan verifikasi menyatakan dokumen pembangunan SNT di Kota Subulussalam lengkap dan memenuhi syarat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah HRB didampingi Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, Syafran menggelar rapat bersama Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto.

Dalam rapat HRB menyerahkan kelengkapan dokumen usulan pembangunan SNT yang berlokasi di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam.

“Alhamdulillah Pak Dirjen menegaskan dokumen pembangunan SNT di Kota Subulussalam telah lengkap dan memenuhi syarat. Semalam kami sudah duduk bersama Insya Allah secara lisan pengakuannya kita dapat. Tinggal tunggu SK dari kementerian menyatakan Subulussalam dapat,” kata HRB.

HRB menegaskan dirinya fokus terhadap pendidikan. Hal itu sesuai dengan latar belakangnya sebagai seorang pendidik.

Perjuangannya dalam memajukan pendidikan di Kota Subulussalam, juga dalam rangka menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya ada tiga sekolah dalam program Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Unggul Garuda.

HRB menyatakan tiga model sekolah tersebut ditargetkan seluruhnya ada di Kota Subulussalam.

Sekolah Rakyat (SR), kata HRB pembangunannya di Kota Subulussalam, tengah dikerjakan Waskita.

SR di bawah Kementerian Sosial dengan sasaran anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin dari desil 1 dan 2.

“Ini ada tiga macam sekolah. SR sudah berjalan di Subulussalam. Ada rintisan jumlah siswa 100 dan SR permanen sedang dibangun oleh Waskita,” ujarnya.

Sedangkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), tinggal menunggu surat keputusan penetapan pembangunan.

SNT fokus desil 3 sampai 7 namun tidak menutup kemungkinan untuk di bawah desil 3 karena sekolah rakyat belum memenuhi sepenuhnya.

Ketiga Sekolah Unggul Garuda. Wali Kota Subulussalam, mengatakan pihaknya telah mengusulkan pembangunan Sekolah Unggul Garuda.

Sekolah Unggul Garuda menyasar anak-anak berprestasi akademik dan nonakademik (gifted and talented).

Jika semua sekolah tersebut seluruhnya hadir maka mewujudkan Kota Subulussalam Islami, maju dan berkelanjutan, dapat segera tercapai.[]