IDI RAYEK – Penanews.co.id— Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si kembali melakukan kunjungan ke wilayah pedalaman Kecamatan Simpang Jernih. Pada Senin (5/1/2026), ia menempuh perjalanan menuju Gampong Rantau Panjang melalui jalur sungai dengan waktu tempuh sekitar dua jam.
Kehadiran Bupati Al-Farlaky disambut antusias oleh masyarakat Dusun Bidari, Gampong Rantau Panjang. Kunjungan ini merupakan kali kedua Al-Farlaky menyambangi Simpang Jernih. Sebelumnya, ia telah menelusuri akses darat menggunakan sepeda motor trail menuju Gampong Batu Sumbang dan Pante Kera.
Rombongan Bupati berangkat dari Pendopo Idi menuju pusat Kecamatan Simpang Jernih dan bermalam di Kantor Camat setempat. Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan melalui jalur sungai hingga akhirnya tiba di Gampong Rantau Panjang sekitar pukul 12.00 WIB.
Selama lebih dari satu jam, Bupati Al-Farlaky berdialog langsung dengan warga. Dalam kesempatan itu, ia memastikan pemerintah daerah akan segera memulihkan infrastruktur rumah warga serta fasilitas umum yang rusak akibat bencana. Ia juga meninjau langsung kondisi Sekolah Dasar, SMP, serta Puskesmas Pembantu (Pustu) di gampong tersebut.
Gampong Rantau Panjang terdiri dari tiga dusun, yakni Dusun Bidari, Dusun Rube, dan Dusun Jernih. Dalam aktivitas sehari-hari, warga menggunakan jalur darat dan sungai.Sebanyak 127 rumah dilaporkan rusah parah dalam musibah bencana ini.
Untuk ke Gampong Rantau panjang biasanya bisa Jalur darat dapat ditempuh melalui Kecamatan Peunaron dan Birem Bayeun dengan estimasi waktu sekitar dua jam dalam kondisi normal.
Sementara jalur sungai kerap digunakan warga untuk berbelanja ke Kabupaten Aceh Tamiang dengan waktu tempuh sekitar enam jam, sehingga mereka harus bermalam di sana.
Bupati Al-Farlaky menegaskan akan memberi perhatian serius dan khusus terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) di sejumlah kawasan dengan tingkat kerusakan mencapai 90 persen.
Ia juga menjelaskan secara langsung kepada warga terkait status dan skema hunian sementara (huntara) serta dana tunggu hunian (DTH).
“Penjelasan ini kami anggap sangat penting dan harus terang benderang agar masyarakat tidak salah paham dalam proses pembangunan huntara. Karena itu, komunikasi lintas kecamatan harus gerak cepat supaya tidak ada data rakyat yang tertinggal dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegas Al-Farlaky.
Selain itu, Bupati meminta warga Rantau Panjang menggalakkan gotong royong untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum. Ia menyebutkan sejumlah relawan telah masuk ke wilayah tersebut, termasuk personel TNI yang membantu membersihkan sekolah-sekolah.
“Silakan ikut gotong royong bersama relawan dan TNI agar Rantau Panjang bisa cepat pulih,” ujarnya.
Al-Farlaky juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membuka pintu seluas-luasnya bagi relawan yang ingin membantu penanganan pascabencana.
Namun ia mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah agar aktivitas relawan di lapangan berjalan lancar.
“Kita tidak menutup pintu bagi relawan, asalkan ada koordinasi agar teman-teman lebih mudah bergerak di lapangan,” katanya.
Di akhir kunjungan, Bupati berharap komunikasi antara geuchik dan pihak kecamatan terus ditingkatkan, khususnya dalam pendataan dampak bencana. Ia meminta aparatur gampong bergerak cepat memastikan data yang disampaikan benar dan valid.
“Geuchik dan perangkat gampong harus gerak cepat memastikan data yang valid. Kita berharap masyarakat di sini bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” pungkas Al-Farlaky.





