BANDA ACEH – Penanews.co.id – Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Perguruan Tinggi plat merah di mana Klinik Pratama kampus Universitas Riau (UNRI) tengah didera skandal dugaan pelecehan seksual. Tercatat 30 mahasiswi telah bersuara dan melaporkan tindakan tidak terpuji yang mereka alami saat sedang melakukan pemeriksaan medis di fasilitas kesehatan tersebut.
Kasus ini mulai mencuat ke permukaan setelah tiga mahasiswi memberanikan diri melapor ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT). Berdasarkan kesaksian mereka, oknum dokter berinisial LH diduga melakukan tindakan asusila di tengah proses pemeriksaan kesehatan.
Tak hanya kontak fisik yang tidak semestinya, pelaku juga disinyalir menyalahgunakan wewenangnya dengan meminta kontak pribadi pasien dan melontarkan percakapan yang sama sekali tidak berhubungan dengan urusan medis.
Hingga saat ini, gelombang pengaduan terus bertambah hingga mencapai 30 orang, yang terdiri dari mahasiswi aktif maupun alumni. Praktik menyimpang ini disinyalir telah berlangsung cukup lama, sejahk tahun 2018 hingga 2026. sejumlah korban kini dilaporkan mengalami trauma dan menjalani pendampingan kesehatan jiwa.
Sebagai langkah tegas, kampus UNRI sudah menonaktifkan dokter LH sejak 27 April 2026 untuk memudahkan penyelidikan internal.
Ketua Satgas PPKPT Unri, Separen, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan keterangan mendalam dari para korban sebelum memanggil terduga pelaku.
“Terlapor belum kita periksa karena kita mengumpul dulu keterangan-keterangan, kronologis dari berbagai macam korban karena ini kan korbannya tidak satu aja. Karena sampai hari ini kan sudah 30 yang mengisi form dan itu semua akan kita panggil,” ujar Separen.dilansir dari metrotvnews
“Kemudian nanti setelah mereka kita panggil, baru nanti kita periksa terduga pelaku dengan menghadirkan saksi hukum, kemudian ahli kesehatan juga, kemudian dengan ahli psikolog untuk kita membentuk sebuah kesimpulan dan hasil rekomendasinya,” tambahnya.
Skip to content





