Hari ini tembus Rp. 108 ribu/zak
BANDA ACEH – Penanews.co.id – Mahal dan langkanya semen di Aceh terutama di Banda Aceh, menjadi pembicaraan hangat warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar, karena pabriknya berada sekira 15 kilometer ke arah barat dari Kota Banda Aceh, yakni di pinggir pantai Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.
Menanggapi kelangkaan dan mahalnya harga semen dipasar, Pemerintah Aceh pada Kamis (30/07/2026) telah membahas dan mengambil solusi untuk mengatasi kelangkaan tersebut, termasuk kelangkaan BBM jenis Solar ditambah lagi jenis Pertalite yang telah lama antrean panjang masyarakat untuk memperolehnya di semua stasiun pompa bahan bakar umum (SPBU) di Aceh.
Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik, Khairul Aksa, kepada penanews.co.id Kamis (30/07/2029) menyatakan keheranannya, tentang mahal dan langkanya semen di Aceh.
“Pabriknya di Lhoknga, harga semen di Banda Aceh dan Aceh Besar mencapai 80 ribu hingga hari ini (Kamis 30/07/2026) mencapai 105 ribu per sak, sama dengan di Bener Meriah, dan langka lagi,” sebutnya dengan nada heran.
Sarjana ekonomi lulusan USK ini juga menyebutkan, harga semen Andalas di Medan Sumatera Utara kenapa lebih murah di bandingkan di Banda Aceh yakni hanya berkisar Rp. 60 ribu rupiah.
“Semen Andalas pabriknya di Aceh, kok murah di Medan, kan ada cost angkutnya ke Medan. Emang ya Harga Polok Penjualannya berapa ?,”sebutnya dengan nada bertanya kepada penanews.co.id
Khairul Aksa juga menyebutkan sedikit tenangnya karena pemerintah Aceh telah melakukan rapat dengan instansi terkait pada Kamis (30/07/2026), dan berharap juga DPR Aceh segera berkomunikasi dengan pihak PT Solusi Bangun Andalas tentang mahal dan langkanya semen.
“DPRA kan wakil kita, jadi segera memanggil atau apa namanya dengan pihak Semen Andalas, sehingga ada kejelasan dan masyarakat menjadi tentram,”pungkasnya.
Sementara itu,enanggapi kondisi ketersediaan Semen Andalas di sejumlah wilayah Aceh, Head of Media
Corporate Communications Division PT Solusi Bangun Andalas Faraby Azwany, S. Kom, kepada penanews.co.id dengan mengutip pernyataan GM PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, Perusahaan menyampaikan bahwa:
• Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi peningkatan permintaan semen di sejumlah wilayah Aceh yang berdampak pada percepatan penyerapan stok di beberapa titik distribusi. Perusahaan terus melakukan penyesuaian pasokan agar kebutuhan pelanggan dapat segera terpenuhi.
• Saat ini, operasional pabrik terus berjalan, sementara Perusahaan terus mengoptimalkan proses distribusi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
• Perusahaan tidak melakukan perubahan harga jual produk yang keluar dari pabrik. Adapun harga di tingkat pengecer dipengaruhi berbagai faktor dalam rantai distribusi yang berada di luar kewenangan penetapan harga oleh Perusahaan.
• Kami memahami kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan dan masyarakat yang sedang membutuhkan semen. Karena itu, Perusahaan bersama jaringan distributor dan mitra logistik terus mengoptimalkan distribusi guna mempercepat pemenuhan pasokan di wilayah yang mengalami percepatan penyerapan stok, sekaligus memastikan proses distribusi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Solusi Bangun Andalas berkomitmen menjaga keandalan pasokan melalui optimalisasi produksi dan distribusi serta terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan pelanggan di Aceh dapat terpenuhi secepat mungkin.
Ketika ditanya penanews.co.id tentang Harga Pokok Penjualan (HPP) semen andalas, Head of Media Corporate Communications Division PT Solusi Bangun Andalas Faraby Azwany, S. Kom menyebutkan, pihaknya memahami pertanyaan tersebut.
“Namun informasi mengenai struktur biaya maupun HPP merupakan bagian dari informasi bisnis yang bersifat internal dan tidak kami sampaikan ke publik. Fokus kami saat ini adalah memastikan proses produksi dan distribusi berjalan optimal sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi,”pungkas Faraby Azwany melalui WhatsApp nya dengan reporter penanews.co.id.[]







