NAGAN RAYA — Penanews.co.id – Di balik hamparan sawah yang menghijau dan hasil panen yang menggembirakan, ada peran penting infrastruktur irigasi yang menopang kehidupan para petani. Di Daerah Irigasi (D.I.) Jeuram, Kabupaten Nagan Raya, ketersediaan air yang terjaga menjadi salah satu faktor pendukung produktivitas pertanian, dengan hasil panen mencapai 7–7,5 ton per hektare.
Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi petani yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian. Pasokan air yang memadai membantu tanaman tumbuh dengan baik, mendukung kegiatan tanam, sekaligus menjaga produktivitas lahan persawahan.
Di balik keberhasilan itu, keberadaan Bendung D.I. Jeuram yang berada di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I memegang peranan penting.
Melalui jaringan irigasi yang tersedia, air dialirkan untuk menunjang aktivitas pertanian dan membantu petani mengelola sawah secara lebih optimal.
Kondisi ini memberikan manfaat bagi petani dalam mendukung produktivitas lahan sawah dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian.

BWS Sumatera I mengatakan, dengan dukungan pasokan air yang memadai, petani mampu mencapai hasil panen sekitar 7–7,5 ton per hektare. Kondisi ini memberikan manfaat bagi petani dalam mendukung produktivitas lahan sawah dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
“Keberadaan infrastruktur irigasi menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan air tanaman, terutama selama masa pertumbuhan hingga panen,” tegas BWS Sumatera I.
Menurut BWS, Ketersediaan air yang terjaga juga membantu petani menjalankan kegiatan tanam sesuai kebutuhan lahan. Dengan demikian, manfaat infrastruktur irigasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian.
Untuk mendukung kelancaran layanan irigasi, BWS Sumatera I bersama Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nagan Raya terus berkoordinasi dalam mengawal kebutuhan air hingga ke area persawahan.
BWS Sumatera I memegaskan sinergi ini menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi jaringan irigasi agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pengelolaan air yang baik diharapkan membantu petani memperoleh pasokan air sesuai kebutuhan tanaman.
“Dengan dukungan tersebut, kegiatan pertanian di D.I. Jeuram dapat berlangsung lebih optimal,” sebut BWS Sumatera I,

Menurutnya, bagi masyarakat petani, keberadaan irigasi tidak hanya berkaitan dengan tersedianya air di sawah, tetapi juga mendukung upaya mempertahankan hasil panen dan menjaga keberlangsungan mata pencaharian.
“Produktivitas yang mencapai 7–7,5 ton per hektare menjadi gambaran hasil yang dapat dicapai petani di D.I. Jeuram dengan dukungan berbagai faktor, termasuk ketersediaan air irigasi,” jelas BWS Sumatera I.
“Hasil pertanian yang terjaga diharapkan turut mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani, tambah BWS Sumatera I
BWS Sumatera I berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam pengelolaan sumber daya air dan mendukung fungsi infrastruktur irigasi bagi masyarakat.
“Melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, upaya menjaga ketersediaan air pertanian terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh petani. Pengelolaan irigasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Nagan Raya,” jelasnya
“Dengan air yang terjaga, petani memiliki dukungan penting untuk mengoptimalkan lahan dan mempertahankan hasil panen,” tutupnya.









