JAKARTA – Penanews.co.id — Barisan Komando Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menggerakkan seluruh jajaran di 32 provinsi untuk mendukung kinerja Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam mewujudkan institusi Polri yang profesional, humanis, transparan, berintegritas, serta semakin dicintai masyarakat.
Gerakan serentak ini diwujudkan melalui pemasangan baliho dan spanduk di sejumlah lokasi strategis, sekaligus penyebaran formulir quick response untuk menghimpun aspirasi, saran, kritik, dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan serta kinerja kepolisian.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Dr. (C) Tb. Rahmad Sukendar, S.Sos., S.H., M.H., menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat sipil terhadap upaya pembenahan institusi kepolisian. Menurutnya, dukungan harus diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat, pengawasan publik, serta penyampaian aspirasi yang konstruktif.
Satu Komando, Bergerak Serentak di 32 Provinsi
Rahmad Sukendar menegaskan, Barisan Komando BPI KPNPA RI siap mengonsolidasikan seluruh jajaran di 32 provinsi untuk ikut mengambil bagian dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.
Menurutnya, langkah cepat Kapolri dalam melakukan mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri menjadi momentum untuk memperkuat penyegaran organisasi, meningkatkan profesionalisme personel, serta mempercepat pelaksanaan reformasi kepolisian.
Namun, ia menekankan bahwa setiap kebijakan pembenahan harus diikuti dengan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Barisan Komando BPI KPNPA RI satu komando. Kami menggerakkan jajaran di 32 provinsi untuk mendukung kinerja Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam mewujudkan Polri yang semakin profesional, humanis, transparan, dan benar-benar dicintai masyarakat,” tegas Rahmad Sukendar.
Ia menambahkan, dukungan tersebut bukan sekadar slogan atau pemasangan baliho dan spanduk, melainkan harus menjadi gerakan nyata untuk membangun hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami ingin Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Polisi harus mampu memberikan rasa aman, menegakkan hukum secara adil, serta merespons setiap laporan masyarakat dengan cepat dan profesional,” ujarnya.
Himpun Aspirasi dan Kepuasan Masyarakat
Selain pemasangan baliho dan spanduk, BPI KPNPA RI juga mendorong penghimpunan aspirasi masyarakat melalui formulir respons cepat.
Program tersebut diarahkan untuk membuka ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan pengalaman, harapan, kritik, dan rekomendasi terhadap pelayanan kepolisian di wilayah masing-masing.
Rahmad menilai, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan institusi. Aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan konstruktif bagi jajaran kepolisian.
“Kami ingin mendengar langsung suara rakyat. Apa yang sudah baik harus diapresiasi, sedangkan kekurangan harus disampaikan secara objektif agar dapat diperbaiki. Inilah bentuk dukungan sekaligus pengawasan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” katanya.
Ia menegaskan, kritik terhadap kepolisian tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk permusuhan. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Rahmad, kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui pernyataan dan slogan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata, penanganan laporan yang profesional, serta penegakan hukum tanpa diskriminasi.
Dukung Kapolri, Tetap Kedepankan Pengawasan
BPI KPNPA RI menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah pembenahan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Meski demikian, Rahmad menegaskan bahwa dukungan tersebut tetap berjalan seiring dengan fungsi kontrol sosial yang dijalankan organisasinya.
Ia berharap seluruh jajaran kepolisian dapat meningkatkan respons terhadap pengaduan masyarakat, menghindari penyalahgunaan kewenangan, serta memastikan proses penegakan hukum berlangsung secara transparan dan berkeadilan.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena laporan yang lambat ditangani atau pelayanan yang tidak sesuai harapan. Setiap laporan harus ditindaklanjuti secara profesional berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Rahmad juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan kepada kepolisian. Menurutnya, Polri yang kuat bukan hanya ditentukan oleh kemampuan penegakan hukum, melainkan juga oleh besarnya kepercayaan masyarakat.
Mewujudkan Polisi yang Dicintai Rakyat
Melalui gerakan Barisan Komando BPI KPNPA RI di 32 provinsi, Rahmad berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara masyarakat sipil dan institusi kepolisian.
Ia menegaskan, dukungan terhadap Kapolri harus diarahkan pada tujuan yang lebih besar, yakni mewujudkan kepolisian yang dekat dengan rakyat, terbuka terhadap kritik, tanggap terhadap pengaduan, serta tegas dalam menegakkan hukum.
“BPI KPNPA RI siap bersinergi, memberikan masukan, dan mengawal aspirasi masyarakat. Kami ingin Polri semakin dipercaya, semakin dekat dengan rakyat, dan menjadi institusi yang benar-benar dicintai masyarakat,” pungkas Rahmad Sukendar.
Satu Komando BPI KPNPA RI: Dukung Polri, Kawal Aspirasi Rakyat, Tegakkan Hukum Berkeadilan.[]







