Sebanyak 234 Kejadian Bencana Melanda Aceh hingga September 2026, Kerugian Ditaksir Rp186 Miliar, Aceh Besar Tertinggi

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 234 kejadian bencana terjadi di wilayah Aceh selama periode Januari hingga September 2026. Berbagai kejadian tersebut menimbulkan dampak terhadap masyarakat, permukiman, serta lingkungan, dengan prakiraan total kerugian mencapai Rp186 miliar.

Berdasarkan rekapitulasi data kebencanaan BPBA, jenis bencana yang mendominasi adalah kebakaran sebanyak 81 kejadian, disusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 74 kejadian, banjir 32 kejadian, angin puting beliung 28 kejadian, tanah longsor 9 kejadian, banjir bandang 6 kejadian, abrasi 2 kejadian, dan gempa bumi 1 kejadian.

Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana di Aceh cukup beragam, mulai dari bencana hidrometeorologi hingga kebakaran permukiman dan kebakaran hutan serta lahan. Kondisi ini membutuhkan kesiapsiagaan dan upaya mitigasi yang berkelanjutan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Aceh Besar Catat Kejadian Terbanyak

Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Aceh Besar mencatat jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni 57 kejadian. Selanjutnya, Aceh Tengah sebanyak 27 kejadian, Aceh Tenggara 21 kejadian, dan Lhokseumawe 20 kejadian.

Kabupaten Aceh Barat mencatat 16 kejadian, Aceh Utara 10 kejadian, Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan masing-masing 6 kejadian. Sementara itu, Banda Aceh, Langsa, Pidie, dan Pidie Jaya masing-masing mencatat 5 kejadian.

Wilayah lainnya meliputi Nagan Raya sebanyak 4 kejadian, Bireuen 3 kejadian, Sabang 3 kejadian, Aceh Jaya 1 kejadian, Aceh Singkil 1 kejadian, serta Simeulue 1 kejadian. Data rekapitulasi juga mencatat kejadian di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh.

September Tercatat 36 Kejadian

Dalam rekapitulasi bulanan, jumlah kejadian bencana mengalami fluktuasi selama Januari hingga September 2026. Pada Januari tercatat 3 kejadian, Februari 8 kejadian, Maret 26 kejadian, April 26 kejadian, Mei 31 kejadian, Juni 23 kejadian, Juli 31 kejadian, Agustus 50 kejadian, dan September 36 kejadian.

Agustus menjadi bulan dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 50 kejadian, sedangkan September mencatat 36 kejadian. Data ini menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat langkah pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana.

Ribuan Warga Terdampak

Dari sisi dampak, bencana selama periode tersebut tercatat memengaruhi 364 kecamatan dan 529 desa. Sebanyak 3.355 kepala keluarga (KK) atau 6.901 jiwa tercatat terdampak.

Selain itu, BPBA mencatat 3 jiwa meninggal dunia, 18 jiwa mengalami luka-luka, dan 992 jiwa mengungsi akibat kejadian bencana.

Kerusakan juga terjadi pada rumah warga, dengan rincian 409 unit rusak berat, 128 unit rusak sedang, dan 192 unit rusak ringan. Sementara itu, sebanyak 757 unit rumah tercatat terendam dan luas lahan terbakar mencapai 513 hektare.

Besarnya dampak tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya pengurangan risiko bencana, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat, penyediaan informasi kebencanaan yang akurat, serta kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana.

Masyarakat diimbau Tingkatkan Kesiapsiagaan

BPBA mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana dengan memperhatikan informasi dan peringatan dini dari sumber resmi. Masyarakat juga diharapkan menjaga lingkungan, menghindari pembakaran lahan secara sembarangan, serta memahami langkah evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus perlu memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana,” dikutip dari kanal resmi BPBA, Senin (18/10/2026).

“Melalui peningkatan kesiapsiagaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, risiko serta dampak bencana di Aceh diharapkan dapat ditekan,” harap BPBA.

BPBA mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun budaya sadar bencana demi mewujudkan Aceh yang tangguh dan siap menghadapi bencana.

ya