SABANG – Penanews.co.id – Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, memantau penyaluran zakat dan infak Masa Haul 2025 Tahun Anggaran 2026 di Bank Aceh Syariah Cabang Sabang, Senin (12/10/2026). Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan kepada masyarakat berjalan lancar sesuai ketentuan.
Dalam kunjungan tersebut, Andri didampingi Ketua Baitul Mal Kota Sabang, Shulhan, anggota Komisioner Baitul Mal Kota Sabang, Alimuddin, Plt. Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Sabang, Mawardi, serta Pemimpin Bank Aceh Cabang Sabang, Habibie.
Penyaluran dilakukan melalui Bank Aceh Syariah Cabang Sabang dan sejumlah kantor cabang pembantu (Capem) untuk memudahkan akses masyarakat. Pada tahap pertama, pelayanan di kantor cabang Sabang mencakup penerima dari Gampong Kota Ateuh, Kuta Barat, dan Kuta Timur. Sementara warga Gampong Cot Ba’u, Cot Abeuk, dan Balohan dilayani melalui kantor cabang pembantu.
Andri mengapresiasi koordinasi Baitul Mal Kota Sabang dan Bank Aceh Syariah yang membantu menjaga kelancaran pelayanan, meskipun jumlah warga yang datang sempat meningkat pada pagi hari.
“Alhamdulillah, semuanya dapat berjalan dengan baik. Tidak ada antrean panjang, walaupun tadi pagi agak sedikit ramai. Teman-teman Bank Aceh sudah mengantisipasinya sehingga penyaluran dan administrasi dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Andri.
Dalam program tersebut, sebanyak 672 kepala keluarga dari senif fakir menerima bantuan Rp800.000 per keluarga, sedangkan 1.676 kepala keluarga dari senif miskin memperoleh Rp500.000 per keluarga. Adapun 464 guru TPA/TPQ, guru diniyah, dan balai pengajian yang termasuk senif fisabilillah menerima masing-masing Rp307.300.
Selain zakat, dana infak dialokasikan untuk pembangunan 30 unit rumah layak huni bagi masyarakat yang memenuhi kriteria, dengan anggaran Rp120 juta per unit atau total Rp3,6 miliar.
Andri menjelaskan, penetapan penerima bantuan rumah dilakukan melalui tahapan administrasi, pemeriksaan lapangan, serta verifikasi dan penilaian calon penerima. Pencairan dana dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan pekerjaan di lapangan, bukan sekaligus dalam jumlah penuh.
“Penerima tidak langsung mendapatkan penuh Rp120 juta. Penyalurannya dilakukan dalam beberapa tahapan berdasarkan progres pekerjaan di lapangan, dan dana akan disalurkan melalui Bank Aceh,” jelasnya.
Baitul Mal Kota Sabang bersama tim teknis akan terus memantau perkembangan pembangunan hingga rumah selesai dikerjakan. Andri berharap penyaluran zakat dan infak serta pembangunan rumah tersebut berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.[]







