BANDA ACEH – Penanews.co.id – Universitas Syiah Kuala melalui UPT Bahasa bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Aceh melaksanakan Kick Off Program SMK Go Global, sebagai penanda dimulainya Program Peningkatan Kapasitas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Kegiatan Kick-off ini berlangsung di Aula FMIPA USK. (Banda Aceh, 26 Agustus 2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program peningkatan kapasitas CPMI/PMI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Aceh, program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara BP3MI Provinsi Aceh dan USK berdasarkan Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani pada 21 Agustus 2026.
Untuk tahap awal program di UPT Bahasa diikuti oleh 40 peserta. Peserta terbagi dalam dua kelas, yaitu 20 peserta pada kelas Bahasa Inggris untuk bidang Hand Packer – Fruit Picker dan 20 peserta pada kelas Bahasa Jepang. Program telah dimulai sejak 25 Agustus 2026 dan direncanakan berlangsung hingga akhir November 2026 di UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala .
Ruang lingkup program meliputi pelatihan dan sertifikasi Hand Packer beserta Bahasa Inggris pendukungnya, pelatihan dan sertifikasi Bahasa Jepang SSW Kaigo, serta pelatihan Bahasa Jepang secara umum. Pelaksanaan program didukung oleh instruktur, tim asrama, dan tim administrasi yang telah disiapkan oleh UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala .
Kepala UPT Bahasa USK sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Kismullah, S.Pd., M.App.Ling., menyampaikan, pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara BP3MI Provinsi Aceh dan USK. Menurutnya, program ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk mempersiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja di luar negeri.
“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan upaya untuk memastikan setiap peserta benar-benar siap, kompeten, dan memiliki kesiapan mental untuk bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Kismullah menambahkan, seluruh tim UPT Bahasa berkomitmen mendampingi peserta hingga tuntas mengikuti pelatihan, termasuk menerapkan aturan dan tata tertib asrama secara disiplin selama masa pelatihan berlangsung.
“Kami, seluruh tim UPT Bahasa, akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan Bapak dan Ibu sekalian, dengan target tingkat keberhasilan yang setinggi-tingginya, baik dari sisi kompetensi bahasa, kompetensi teknis, maupun kesiapan mental untuk bekerja di luar negeri,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, UPT Bahasa memanfaatkan berbagai fasilitas pembelajaran dan pendukung yang tersedia, termasuk fasilitas asrama untuk mendukung pembelajaran berasrama, laboratorium komputer untuk pembelajaran berbasis teknologi, serta dukungan instruktur Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Fasilitas tersebut juga mendukung proses asesmen dan sertifikasi kompetensi bahasa yang terstandar.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., menyampaikan dukungan penuh USK terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut kerja sama ini sebagai bentuk kontribusi konkret perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing pekerja migran Indonesia, sekaligus wujud nyata Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Kepercayaan ini bukanlah sesuatu yang kami anggap ringan. Ini adalah amanah besar, sekaligus bentuk pengakuan atas kesiapan dan kapasitas UPT Bahasa USK dalam menyelenggarakan pelatihan bahasa dan keterampilan yang berkualitas,” ujarnya.
Ramzi menambahkan, USK senantiasa membuka diri terhadap ajakan kerja sama dari BP3MI, Dinas Tenaga Kerja, Pemerintah Aceh, maupun kementerian dan lembaga terkait lainnya, dan berharap kerja sama ini dapat berlanjut ke program-program serupa di masa mendatang.
“Melalui program ini, peran UPT Bahasa diperluas untuk turut membangun sumber daya manusia Aceh yang siap bersaing di kancah global,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, S.H., M.Hum, menyampaikan program peningkatan kapasitas CPMI di Aceh dilaksanakan secara kolaboratif bersama berbagai lembaga penyelenggara pelatihan.
Pada tahun 2026, BP3MI Aceh menargetkan pelaksanaan 36 kelas pelatihan dengan total 720 peserta yang melibatkan 20 lembaga penyelenggara. Sebagai tahap awal atau Gelombang I yang dimulai bersamaan pada 26 Agustus 2026, sebanyak 12 kelas pelatihan dengan 240 peserta diselenggarakan bersama 10 lembaga penyelenggara, salah satunya UPT Bahasa USK
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program, khususnya lembaga penyelenggara dan peserta yang telah melalui proses seleksi. Siti Rolijah juga mengingatkan pentingnya peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan memastikan proses penempatan kerja ke luar negeri dilakukan melalui jalur yang aman dan prosedural.
“Bekerja ke luar negeri bukan hanya tentang bagaimana kita bisa berangkat, tetapi bagaimana kita berangkat dengan bekal yang cukup, bekerja secara profesional dan terlindungi, serta kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman dan hasil yang bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya.







