USK Dorong Peran Strategis Industri Pertambangan dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Seminar Tambang Nasional bertema “Strengthening the Role of The Mining Industry in Supporting Sustainable Economic Growth in the Energy Transition Era” Ahad, (04/10/2026), di Aula Anjong Mata, Banda Aceh.

Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan perspektif antara pemerintah, akademisi, praktisi industri, organisasi profesi, serta mahasiswa dalam melihat masa depan pertambangan Indonesia di tengah perubahan menuju ekonomi dan energi yang lebih berkelanjutan.

Suasana kegiatan terasa semakin hangat sejak awal acara melalui penampilan Tari Ranum Lampuan oleh UKM WASIAT Fakultas Teknik USK. Persembahan budaya tersebut tidak hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga menghadirkan identitas Aceh di tengah forum nasional yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan perguruan tinggi.

Seminar dibuka oleh Ir. Irwansyah, S.T., M.T. selaku Plh. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. Dalam rangkaian sesi utama, hadir para narasumber yang mewakili berbagai perspektif dalam pengelolaan sumber daya mineral dan batubara. Keynote speaker menghadirkan Ari Hendrawanto, S.T., M.S.E., Koordinator Keselamatan Pertambangan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ir. Rizal Kasli, S.T., IPU., ASEAN Eng., Ketua Dewan Penasihat PERHAPI, serta Ir. Resvani, M.B.A., Wakil Ketua Umum PERHAPI.

Sesi kedua menghadirkan Ir. Wisnu Salman, S.T., IPM., ACPE., ASEAN Eng., C. EIA., Direktur PT Geo Mining Berkah, Tengku Khadafi Munir, S.P., M.P., Group Head CSR, External Relations and Corporate Communication PT Mifa Bersaudara, serta Ali Imron, S.T., Kepala Teknik Tambang PT Juya Aceh Mining. Diskusi dimoderatori oleh Deea Rizki Oziana, M.Eng. pada sesi pertama dan Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc. pada sesi kedua.

250 peserta hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu pertambangan berkelanjutan bukan lagi menjadi pembahasan terbatas di ruang kelas atau lingkungan perusahaan, tetapi telah menjadi perhatian bersama generasi muda yang akan menjadi bagian dari masa depan industri pertambangan Indonesia.

Seminar ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Dinas ESDM Aceh, PERHAPI Aceh, Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK Dr. Ir. Nasrullah RCL, S.T., M.T., Kepala Departemen Kebumian USK Dr. Ing. Asrillah, S.Si., M.Sc., Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan USK Nurul Aflah, S.T., M.Sc., serta Sekretaris Jenderal PERMATA Indonesia periode 2024–2025, Ahmad Sagito.

Ketua Panitia MISSION XIII Rahmad Zulfikar didampingi Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan FT USK Thariq Dhiyaul Haq menyebutkan Rangkaian Seminar Nasional ini merupakan satu dari tiga agenda utama MISSION XIII, yang juga beririsan dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XIII dan Temu Ilmiah (TIMTI) XX PERMATA Indonesia 2026. Rangkaian tersebut mempertemukan mahasiswa dan calon profesional teknik pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dr. Ir Nasrullah RCL, ST MT Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, alumni dan Kemitraan FT USK harapkan Pertemuan ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperluas wawasan keilmuan, tetapi juga membangun jejaring, bertukar pengalaman, dan memahami tantangan nyata industri pertambangan. Di tengah tuntutan transisi energi, seminar mengingatkan bahwa pertambangan tetap memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi.

Mineral dibutuhkan dalam berbagai teknologi energi baru dan terbarukan, infrastruktur, serta perkembangan industri masa depan. Namun, peran tersebut harus berjalan seiring dengan konservasi sumber daya, perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial, tata kelola yang baik, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Semangat tersebut kemudian dilanjutkan melalui pengumuman pemenang Mining Science Art Competition (MSAC) 2026 dan Syiah Kuala Mining Engineering Competition (SMEN) 2026 pada akhir acara. MSAC menjadi wadah kreativitas yang terbuka bagi berbagai kalangan dengan enam cabang lomba, yaitu esai, public speaking, cerdas cermat, fotografi, desain poster, dan short movie.

Kehadiran kompetisi ini menunjukkan bahwa dunia pertambangan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas, kemampuan berkomunikasi, literasi, dan kepedulian terhadap isu sosial serta lingkungan.

Ketua Program Studi Teknik Pertambangan FT USK Nurul Aflah ST, M.Sc mengharapkan Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 – Quality Education melalui penguatan literasi dan pembelajaran di luar kelas; SDG 8 – Decent Work and Economic Growth melalui pembahasan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kesiapan tenaga kerja pertambangan; SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure melalui dorongan terhadap inovasi dan pengembangan industri; SDG 12 – Responsible Consumption and Production melalui isu konservasi dan pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab; SDG 13 – Climate Action melalui perspektif transisi energi dan keberlanjutan; serta SDG 17 – Partnerships for the Goals melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, organisasi profesi, dan mahasiswa.

Dr. Ir Nasrullah RCL sampaikan lebih dari sekadar seminar, MISSION XIII 2026 menjadi ruang untuk menanamkan keyakinan bahwa masa depan pertambangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak sumber daya yang dapat diekstraksi, tetapi juga oleh seberapa bijak sumber daya tersebut dikelola. Dari Banda Aceh, mahasiswa pertambangan menunjukkan bahwa mereka siap menjadi bagian dari perjalanan menuju industri pertambangan yang kompetitif, bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.