MEULABOH – Penanews.co.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melepas 259 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Aceh Barat untuk musim haji tahun 2026 dalam sebuah prosesi yang digelar di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Selasa (14/4/2026).
Acara pelepasan ini dirangkaikan dengan prosesi adat peusijuk, sebuah tradisi lokal yang kental dengan nuansa keislaman dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
Suasana haru mewarnai acara, dengan hadirnya keluarga jamaah, tokoh agama, dan perwakilan instansi pemerintah yang turut mendoakan keselamatan dan kelancaran perjalanan mereka.
Pelepasan secara resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, yang turut membacakan doa dan memberikan nasihat sebagai bentuk dukungan moril serta spiritual kepada para tamu Allah tersebut.
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya merupakan perjalanan fisik yang melelahkan, tetapi juga merupakan ujian spiritual dan mental yang mendalam. Ia mengingatkan para jamaah untuk senantiasa menjaga kesehatan, disiplin dalam mengikuti arahan petugas, serta menjaga akhlak selama berada di Tanah Suci.
“Perjalanan haji adalah perjalanan suci yang memerlukan kekuatan lahir dan batin. Jaga kondisi kesehatan agar seluruh ibadah dapat ditunaikan dengan baik,” ujar Said Fadheil.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesiapan jamaah dalam menghadapi cuaca ekstrem, kerumunan, dan intensitas ibadah yang tinggi selama di Mekkah dan Madinah.
Selain menitipkan amanat kepada jamaah, Wabup juga menyampaikan harapan kepada Kementerian Agama dan pihak terkait agar memberikan pendampingan, pelayanan, serta pengawasan yang optimal selama proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi. Ia menilai peran petugas haji sangat krusial dalam memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keteraturan jamaah.
Di akhir sambutannya, Said Fadheil turut memohon doa dari seluruh jamaah untuk kemajuan Kabupaten Aceh Barat. Ia berharap, melalui doa-doa yang dipanjatkan di tempat-tempat suci seperti Masjidil Haram dan Arafah, daerah ini dapat terus berkembang, mendapatkan keberkahan, dan mampu mewujudkan pembangunan yang merata serta berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Harapan ini mencerminkan keterikatan spiritual antara masyarakat Aceh Barat dengan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi dalam kehidupan sosial dan pemerintahan sehari-hari.
Para jamaah dijadwalkan berangkat menuju embarkasi haji pada Rabu, 6 Mei 2026, pukul 21.00 WIB, menggunakan armada bus umum yang telah disiapkan oleh panitia daerah.
Acara pelepasan menjadi momen yang sangat bermakna, tidak hanya bagi para jamaah dan keluarga yang melepas kepergian orang tercinta, tetapi juga bagi masyarakat luas yang turut merasakan kebahagiaan dan kebanggaan.
Di setiap sudut masjid dan lingkungan sekitar, terdengar lantunan doa dan dzikir yang mengiringi keberangkatan mereka, dengan harapan agar seluruh jamaah diberi kelancaran, kesehatan, dan kemudahan dalam menunaikan rukun Islam kelima, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabruroh.[]
Skip to content





